kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.905
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Update WhatsApp untuk mencegah serangan spyware


Rabu, 15 Mei 2019 / 16:12 WIB

Update WhatsApp untuk mencegah serangan spyware
ILUSTRASI. WhatsApp

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus fitur telepon WhatsApp yang disusupi oleh spyware asal Israel tidak bisa dipandang sebelah mata. Walau Whatsapp sudah memberikan penjelasan bahwa kasus ini hanya terjadi pada segelintir orang, ada baiknya anda untuk segera melakukan tindakan pencegahan.

Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan langkah yang harus segera dilakukan adalah memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru dan memperbarui sistem operasi ponsel pengguna adalah langkah pertama yang penting jika yakin perangkat terpengaruh. “Tim WhatsApp sudah melakukan pembaharuan untuk menutupi celah tersebut,” ujar Pratama dalam keterangan pers yang diterima KONTAN, Rabu (15/5).

Menurutnya, kejadian ini juga membuktikan bahwa aplikasi WhatsApp yang dipakai gratis ini cukup berbahaya karena rentan untuk disusupi. Pelajaran dari kasus ini, ia berpesan bahwa pembicaraan yang bersifat penting dan strategis jangan dilakukan melalui WhatsApp. Pratama melihat masih banyak pejabat yang melakukan komunikasi dan memberikan keputusan melalui grup WhatsApp. Menurutnya hal ini sangat riskan dan berbahaya. "Sangat berbahaya pejabat atau tokoh penting di Indonesia memakai WhatsApp dan aplikasi pesan instan gratisan lainnya. Apalagi komunikasi yang dilakukan bersifat penting dan strategis," ujar Pratama. 

Lebih lanjut Pratama menjelaskan bahwa bahaya dari spyware ini tidak hanya mencuri data percakapan saja, tetapi juga bisa mengambil alih sistem operasi. Bahkan konon bisa menginfeksi saat korban mengangkat panggilan WhatsApp dari nomor penyerangnya.

Sebelumnya Whatsapp memang sudah memberikan pernyataan resmi kalau ada penyusupan dalam aplikasinya. “"Serangan ini dilakukan sebuah perusahaan privat yang dikenal sering dikontrak pemerintah untuk mengirimkan spyware yang disebut-sebut bisa mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel," ujar WhatsApp dalam pernyataan resminya.

 

 


Reporter: Lamgiat Siringoringo
Editor: Lamgiat Siringoringo
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0517 || diagnostic_web = 0.2853

Close [X]
×