kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pasca viral, pengunjung wisata Negeri Di Atas Awan membeludak


Senin, 23 September 2019 / 04:10 WIB

Pasca viral, pengunjung wisata Negeri Di Atas Awan membeludak
ILUSTRASI. Wisatawan menikmati panorama hamparan awan di Gunung Luhur Kabupaten Lebak, Banten


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengunjung ke obyek wisata Gunung Luhur membeludak usai viral di media sosial. Pada akhir pekan kemarin, jumlah wisatawan yang datang mencapai 30 ribu orang. Pengelola tempat wisata yang dijuluki negeri di atas awan tersebut, Sukmadi, mengatakan, para pengunjung mulai berdatangan sejak Jumat (20/9) malam. Jumlahnya melebihi kunjungan pada pekan - pekan sebelumnya, ditandai dengan muncul macet beberapa kilometer sebelum puncak.

"Pada Sabtu pagi macet hingga lima kilometer, kalau hari ini 7 kilometer, sebelumnya tidak pernah seperti ini," kata Sukmadi kepada Kompas.com di Gunung Luhur, Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (22/9).

Baca Juga: Di balik viralnya negeri di atas awan, Lebak Banten

Perlu 6 jam urai macet

Sukmadi mengatakan, pihaknya perlu sekitar enam jam untuk mengurai macet hingga seluruh kendaraan bisa lancar melintas baik yang datang maupun meninggalkan Gunung Luhur. Membeludaknya Gunung Luhur lantaran video dan foto hamparan awan viral di media sosial belakangan ini. Akibatnya, banyak wisatawan yang penasaran untuk datang. Wisatawan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Lebak atau Banten saja, namun juga dari kota - kota di Jabodetabek.

Pantauan Kompas.com, pada Minggu (22/9), kendaraan yang datang didominasi oleh kendaraan berplat B, di antaranya dari Bogor, Tangerang dan Jakarta. Bahkan juga terlihat kendaraan yang datang dari Bandung dan Lampung. Satu di antara pengunjung dari Jakarta yang datang adalah, Eko Cahyono, warga Kemanggisan, Jakarta Barat. Guru di salah satu SMA swasta di Jakarta ini datang ke Gunung Luhur bersama istri dan tiga anaknya.

Baca Juga: Mengintip bisnis homestay 'Desa di Atas Awan'

Dia mengaku datang karena terpesona dengan video hamparan awan di Gunung Luhur yang dilihatnya di media sosial. "Banyak yang share, akhirnya penasaran, kebetulan tempatnya dekat, kemarin saya berangkat via tol enggak sekitar empat jam sampe ke sini," kata Eko kepada Kompas.com.

Soal pemandangan yang disuguhkan, Eko mengaku takjub, dia bahkan menyebut mirip-mirip dengan yang pernah dilihatnya di Dieng, Jawa Tengah. Sementara pengunjung lain, Kania, yang berasal dari Serpong, Tangerang Selatan menyebut pemandangan indah di Gunung Luhur tidak dibarengi dengan fasilitas yang nyaman untuk pengunjung.

Pemandangan indah, tapi parkir kurang...

Dia bercerita harus berjalan kaki setengah jam untuk mendapatkan pemandangan hamparan awan lantaran kebagian parkir sekitar satu kilometer dari puncak. "Parkirnya sangat kurang, padahal mobil saya sudah susah payah untuk ke atas, tapi harus turun lagi karena gak kebagian, padahal saya bawa anak kecil," kata Kania.

Baca Juga: Sedang viral, begini keelokan Negeri di Atas Awan yang ada di Banten

Kania berharap ke depannya bisa disediakan fasilitas parkir yang banyak lantaran tempat wisata ini sedang diminati banyak pengunjung.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengunjung Wisata Negeri di Atas Awan Membeludak, Macet hingga 7 Km"
Penulis : Kontributor Banten, Acep Nazmudin
Editor : Aprillia Ika


Sumber : Kompas.com
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
×