Edukasi

Pentingnya pendidikan seks, kapan dan apa yang perlu diketahui anak

Senin, 06 Juli 2020 | 11:45 WIB   Reporter: Tiyas Widya Septiana
Pentingnya pendidikan seks, kapan dan apa yang perlu diketahui anak

ILUSTRASI. Pentingnya pendidikan seks, kapan dan apa saja yang perlu diketahui anak. Foto: SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendidikan seks bukan hal yang lumrah dibicarakan di Indonesia. Banyak masyarakat terutama orang tua yang berpikir seks merupakan sebuah tindakan, dan pendidikan seks berarti memberi informasi tentang aktivitas tersebut. 

Faktanya, pendidikan seks bukan berarti memberikan informasi secara gamblang mengenai hubungan badan. Dalam pendidikan seks, terutama bagi anak-anak, mereka akan diberikan informasi mengenai organ intim, cara merawat, dan berbagai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada organ tersebut. 

Lebih lanjut, pendidikan seks juga mengajarkan mengenai pentingnya menjaga diri agar terhindar dari aksi pelecehan dan kejahatan seksual. Informasi tentang seks bebas dan segala akibatnya juga diberikan, agar para remaja lebih aware dengan tindakan dan konsekuensinya. 

Dilansir dari aboutkidshealth.ca, berikut adalah apa yang harus disampaikan orang tua mengenai pendidikan seks sesuai dengan tahapan usia anak. 

  • Batita (1-3 tahun)

Bayi dibawah tiga tahun biasanya mulai penasaran tentang hal-hal yang ada di sekitarnya. Mereka akan sering bertanya mengenai banyak hal, termasuk tentang tubuh mereka. Di masa ini, Anda perlu memberikan informasi sederhana tentang tubuh, terutama bagian-bagian intim.

Berikan istilah yang mudah diingat, cara merawatnya dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada bagian intim mereka. 

  • Balita (3-5 tahun)

Seiring berkembangnya usia, anak-anak usia 3-4 tahun membutuhkan pendidikan seks yang lebih beragam. Rasa penasaran mereka juga berkembang, dan mungkin mereka akan mengajukan berbagai pernyataan mengapa laki-laki dan perempuan memiliki bentuk tubuh yang berbeda. 

Pada usia balita ini berikan pembelajaran tentang pentingnya menjaga bagian intim tubuh agar tidak disentuh oleh sembarang orang. Anda perlu memberikan informasi bahwa tubuh mereka merupakan hak dan milik mereka pribadi. Ajarkan putra-putri Anda agar tidak memberikan sembarang izin untuk menyentuh tubuh mereka.

  • Sekolah dasar (6-8 tahun)

Dengan berkembangnya teknologi, ada banyak konten-konten tentang seks yang mudah diakses oleh anak-anak. Pengawasan orang tua pada masa sekolah dasar menjadi hal penting yang tidak boleh Anda anggap enteng.

Perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan yang cukup kentara membuat mereka lebih penasaran. Mereka akan lebih mengeksplor tentang tubuh mereka dan mencari tahu tentang lawan jenis. 

Banyak juga anak sekolah dasar yang mengalami pubertas, sehingga orang tua harus lebih siap jika mereka memasuki fase ini. Berikan pengertian tentang menstruasi bagi perempuan, mulai dari mengapa perempuan mengalami haid, dan bagaimana melewati masa menstruasi.

Untuk laki-laki, berikan pengertian mengenai fungsi organ intim mereka, dan cara merawatnya.

  • SMP atau pra remaja (9-12 tahun)

Semakin berkembangnya tubuh, pada usia pra remaja pendidikan seks menjadi hal wajib yang harus diberikan kepada anak. Seringkali kejahatan dan pelecehan seksual terjadi pada anak usia SMP, karena minimnya pengetahuan akan organ reproduksi. 

Pengetahuan tentang reproduksi, informasi dasar tentang kehamilan, dan mengenai pelecehan seksual, diberikan kepada anak usia SMP agar mereka aware dengan tubuh mereka. Membatasi penggunaan gawai juga penting, agar anak-anak tidak mencari hal-hal tentang seks tanpa pengawasan orang tua.

  • SMA atau remaja (13-18 tahun)

Pada masa remaja, rasa tertarik kepada lawan jenis menjadi lebih kuat. Tidak jarang remaja mulai saling suka dengan lawan jenis dan berpacaran. Jika anak Anda bertanya tentang hal tersebut, berikan pengertian jika hal tersebut wajar dialami anak seusia mereka. 

Yang perlu ditekankan dalam pendidikan seks untuk remaja adalah pentingnya tanggung jawab dalam menyikapi perubahan tubuh dan feeling yang mereka alami. Informasi tentang tindakan seks bebas serta akibat yang ditimbulkan harus diberikan kepada remaja usia 13-18 tahun.

Pendidikan agama yang cukup juga penting agar anak lebih terkontrol dalam menyikapi perubahan yang mereka alami.

Editor: Tiyas Septiana


Terbaru