Punya Anak Lahir Prematur? Harus Lakukan Pemantauan Sesering Mungkin

Jumat, 18 November 2022 | 14:39 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Punya Anak Lahir Prematur? Harus Lakukan Pemantauan Sesering Mungkin

ILUSTRASI. Kelahiran prematur


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan 1 dari 10 anak lahir prematur. Setiap tahun di seluruh dunia diperkirakan ada sebanyak 15 juta anak di seluruh dunia yang lahir prematur.

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi kurang dari 37 pekan. Kesadaran soal kesehatan kelahiran prematur semakin terasa di Hari Prematur Dunia yang jatuh pada 17 Nvember. 

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi, Rinawati Rohsiswatmo menjelaskan, pertumbuhan dan perkembangan anak-anak ini harus dipantau karena mereka masuk dalam kategori risiko tinggi.

“Mereka punya risiko serta tantangan yang lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lahir cukup bulan di awal kelahirannya,” terang dia, dalam paparan daring, (15/11).

Baca Juga: Faktor Risiko Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

Ia menjelaskan, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak. Yaitu physical health, learning and cognition, mental health dan quality of life. Secara kesehatan fisik atau physical health, yang dapat timbul pada anak lahir prematur sangat bermacam-macam. Mereka berisiko mengalami gangguan pernapasan dan ketergantungan oksigen karena masalah pada paru.

Selain itu, mereka juga berisiko gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran yang harus dideteksi sedini mungkin. Dalam jangka panjang, anak prematur berisiko mengalami gangguan pertumbuhan stunting yang membuat pertumbuhan otaknya menjadi tidak optimal.

“Inilah mengapa pertumbuhan anak perlu dimonitor dengan pengisian grafik pertumbuhan serta pemantauan aspek perkembangan. Perhatikan kesinambungannya. Jangan pernah banding-bandingkan dengan anak lain, karena ini unik dan hanya milik si anak itu sendiri,” terang Rina.

Secara kemampuan kognitif dan bahasa anak lahir prematur harus distimulasi agar mampu mencerna informasi serta berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Ini nantinya akan memengaruhi keterampilan pra sekolah dan akademisnya.

Baca Juga: Dampak Kolesterol Rendah pada Tubuh yang Perlu Anda Ketahui

“Pemantauan anak-anak, termasuk anak risiko tinggi seperti anak yang lahir prematur harus dilakukan bahkan sampai dia memasuki usia dewasa agar berkembang menjadi SDM yang unggul,” imbuhnya.

Ketika memasuki usia sekolah, yang tidak kalah penting untuk diperhatian menurutnya adalah kesehatan metabolik anak.  "Inilah salah satu alasan mengapa pemantauan anak-anak prematur harus dilakukan sesering mungkin dengan melibatkan berbagai macam dokter spesialis," terang Prof Rina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian

Terbaru