Yuk, kenali metode bercocok tanam hidroponik!

Selasa, 09 November 2021 | 14:15 WIB Sumber: General Hydroponics,Wikipedia
Yuk, kenali metode bercocok tanam hidroponik!

KONTAN.CO.ID - Hidroponik merupakan salah satu metode menanam yang saat ini sedang menjadi tren di tengah-tengah masyarakat urban yang tak punya banyak waktu untuk bercocok tanam. Jika Anda adalah salah satu yang ingin memulai bercocok tanam, hidroponik adalah salah satu yang bisa Anda coba.

Dilansir dari Wikipedia.org, hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Sistem menanam ini cocok digunakan bagi seseorang yang ingin bercocok tanam di lahan yang sempit.

Meski tak menggunakan tanah, air dalam sistem ini berfungsi untuk menyediakan nutrisi, hidrasi, dan oksigen bagi kehidupan tanaman. Anda tak perlu khawatir apakah tanaman dapat tumbuh subur dengan metode ini, karena nyatanya tanaman hidroponik dapat menumbuhkan buah-buahan dan bunga.

Baca Juga: Rumah tampil beda, yuk coba kombinasi warna cat dinding dan plafon ini

Dilansir dari Generalhydroponics.com, hidroponik adalah metode kuno menanam tanaman. Pada masa Perang Dunia II, hidroponik digunakan untuk memasok pasukan yang ditempatkan di pulau-pulau yang tak dapat ditanami agar mendapatkan produk segar.

Hingga saat ini, hidroponik menjadi hal yang semakin komersial karena banyak manfaat yang dapat diperoleh. Manfaat itu antara lain: kemampuan untuk menghasilkan tanaman lebih tinggi, dapat digunakan sebagai alternatif menanam di wilayah dunia yang tak dapat mendukung tanaman di tanah, dan meminimalkan penggunaan pestisida secara besar-besaran.

Komponen hidroponik

Hidroponik bekerja dengan kontrol kondisi lingkungan, seperti suhu, keseimbangan pH air, memaksimalkan paparan nutrisi, dan air. Selain itu, sinar matahari dan udara (oksigen dan karbon dioksida) juga berperan. Dengan kondisi lingkungan yang terkontrol, pertumbuhan tanaman ini dapat meningkat.

Tanaman hidroponik membutuhkan sinar matahari selama 8-10 jam perhari untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan proses fotosintesis. Tanaman juga membutuhkan oksigen yang terlarut dalam air pada kisaran lebih dari 6 ppm. Anda dapat memantau kadar oksigen ini dengan dissolved oxygen meter.

Baca Juga: Eddie Howe jadi pelatih baru Newcastle United, dapat modal beli pemain Rp 3,8 triliun

Selain oksigen, pH air yang dibutuhkan untuk memperoleh nutrisi adalah 5,5-6,5. Namun, pH ini memiliki level yang berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman. Sementara itu, suhu udara yang dibutuhkan maksimal 16-28 derajat celcius untuk tanaman dingin, dan 20-32 derajat celcius untuk tanaman panas.

Tanaman hidroponik juga sangat membutuhkan zat nutrisi untuk pertumbuhan. Produk nutrisi hidroponik dapat Anda dapatkan di toko-toko tanaman hias dan berkebun.

 

Selanjutnya: Ditopang segmen F&B, transaksi QRIS BCA capai Rp 2,8 triliun per Oktober 2021

Editor: Anggi Miftasha
Terbaru