HOME

Yuk, virtual traveling ke tujuh ikon dunia ini

Sabtu, 21 Maret 2020 | 10:30 WIB Sumber: Kompas.com
Yuk, virtual traveling ke tujuh ikon dunia ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbauan untuk bersekolah, bekerja, dan berlibur di rumah di tengah merebaknya virus corona (Covid-19) mungkin akan membuatmu merasa bosan. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Sebab, beberapa tempat wisata di seluruh dunia menyediakan layanan virtual traveling yang bisa kamu manfaatkan saat di rumah aja. 

Melalui layanan virtual traveling tersebut, kamu mungkin akan merasa seperti benar-benar merasa di sana dan rasa bosan mu akan hilang ketika liburan di rumah.  

Berikut rangkum tujuh ikon dunia yang menawarkan layanan virtual traveling yang bisa kamu manfaatkan saat di rumah aja: 

Baca Juga: Bosan di rumah, yuk virtual traveling ke Disney

Monumen Nasional, Indonesia 

Monumen Nasional (Monas) terkenal akan cawan dan puncaknya. Bagi sebagian orang yang belum sempat berkunjung, imbauan untuk tetap di rumah patut disayangkan. 

Kendati demikian, kamu tetap bisa melihat Monas secara keseluruhan. Melalui Google Arts & Culture, kamu bisa mulai perjalanan dari menjelajahi kawasan Tugu Monas yang terdapat relief timbul. 

Kemudian, kamu bisa juga langsung melihat sebagian Kota Jakarta dari puncak Monas melalui beberapa pilihan street view yang tersedia di sana. Jika ingin melihat koleksi seni dalam Tugu Monas, kamu juga bisa memilih satu dari empat pilihan cerita yang telah disediakan. 

Sydney Opera House, Australia 

Sydney Opera House menawarkan dua pilihan virtual traveling dalam laman Google Arts & Culture. Untuk pilihan pertama, kamu akan dibawa jalan-jalan menyusuri pinggiran sungai menuju gedung opera. 

Namun, kamu tidak bisa langsung berjalan masuk ke gedung dan hanya berada di pinggir gedung saja. Sementara itu, pilihan virtual traveling kedua akan membawa mu masuk ke dalam Sydney Opera House. 

Di sana, kamu bisa melihat seperti apa bagian dalam gedung. Kamu bukan hanya bisa melihat bagian panggung opera saja, melainkan sebuah ruangan yang memiliki jendela besar yang menghadap langsung ke sungai pinggir Sydney Opera House. 

Baca Juga: Film The Letter For The King tayang hari ini di Netflix

The Great Wall of China, China 

Jika kamu penasaran seperti apa rasanya berjalan-jalan di sepanjang Tembok Besar China, kamu bisa langsung menuju laman The China Guide

Kendati gerakan yang bisa dilakukan dalam virtual traveling tersebut terbatas dan tidak bisa menentukan arah perjalanan, namun kamu tetap bisa menikmati keindahan alam dari perbukitan yang mengelilingi ikon China tersebut. 

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan dari Watchtower Tembok China. Di sana, kamu bisa melihat seberapa panjang tembok tersebut. Tidak hanya menyediakan layanan tur virtual, laman tersebut juga memiliki berbagai macam informasi seputar Tembok Besar China. 

Taj Mahal, India 

Megahnya Taj Mahal bisa kamu saksikan secara langsung melalui virtual traveling di laman Google Arts & Culture. Di sana, kamu bisa menjelajahi taman Taj Mahal sembari berjalan mendekati bangunan tersebut. 

Selain itu, kamu juga bisa berjalan-jalan di sekitar taman juga. Bahkan, kamu bisa menghampiri sebuah bangunan menyerupai altar yang dikelilingi oleh beberapa kolam yang terletak tidak cukup jauh dari bangunan Taj Mahal. 

Baca Juga: Sony mempercepat perilisan film BloodShot versi digital

Eiffel Tower, Prancis 

Melalui laman Google Arts & Culture, kamu bisa melihat kota Paris melalui puncak menara Eiffel. Di sana, kamu bisa mendekatkan layar untuk melihat obyek yang cukup jauh. 

Selanjutnya, kamu juga bisa berjalan-jalan memutari tempat melihat pemandangan menara tersebut sembari mencoba berbagai macam sudut pandang pemandangan yang ditawarkan. 

Statue of Liberty, Amerika Serikat (AS)

Berbeda dari yang lain, virtual traveling yang terdapat dalam laman resmi National Park Service Amerika Serikat juga menyediakan berbagai macam pilihan sudut pandang dan informasi. 

Virtual traveling terdiri dari 18 halaman. Halaman pertama adalah halaman pengenalan seputar patung tersebut. Di sana juga terdapat sebuah video yang bisa kamu putar. 

Kemudian, beberapa halaman berikutnya akan membawa mu melihat patung tersebut dari berbagai sudut pandang. Di salah satu halaman terdapat video dari salah satu penjaga kawasan Patung Liberty yang bercerita seputar patung tersebut. 

Melalui virtual traveling tersebut, kamu juga akan dibawa masuk ke dalam sebuah museum yang terletak di sana. Saat di dalam museum, kamu bisa menggerakkan layar 360 derajat untuk melihat seluruh koleksi di sana. 

Mulai dari halaman sembilan virtual traveling kamu bisa menekan beberapa simbol kaca pembesar yang memiliki lingkaran berwarna merah untuk melihat lebih dekat koleksi seni.

Stonehenge, Inggris 

Kendati kontrol pengguna tidak terlalu bebas dan hanya bisa menggerakkan layar ke kanan dan ke kiri, namun keindahan dari susunan bebatuan raksasa Stonehenge mampu menghilangkan rasa bosan. 

Apabila kamu tidak terlalu familiar dengan Stongehenge, tempat wisata tersebut lebih dari sekadar susunan batu raksasa saja. Sebab, melalui virtual traveling dalam laman English Heritage , kamu akan diberikan informasi lebih lanjut. 

Setiap batu yang kamu lihat melalui virtual traveling tersebut memiliki simbol bulat yang bisa kamu tekan. Saat menekannya, sebuah video penjelasan soal batu tersebut akan muncul dan kamu akan mendapat pengetahuan baru. 

Selain menyediakan layanan virtual traveling, laman tersebut juga memiliki beberapa informasi lain terkait Stonehenge seperti sejarahnya, rekonstruksi ulang bebatuan Stonehenge, dan mengapa Stongehenge penting. (Nabilla Ramadhian)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Ikon Dunia yang Tawarkan Virtual Traveling untuk Liburan di Rumah".

Halaman   1 2 3 4 5 Tampilkan Semua
Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru