HOME | Wisata |

INDUSTRI PARIWISATA

Bandara Ahmad Yani bisa jadi akses Joglosemar

oleh : Jane Aprilyani | Selasa, 14 November 2017 | 22:10 WIB

Bandara Ahmad Yani bisa jadi akses Joglosemar

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Proyek pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah terus dikebut. Saat ini pembangunan bandara paket I sudah mencapai 90%.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut bandara menjadi akses utama bagi para wisatawan. Terutama turis asing. Sekitar 75% turis asing masuk lewat bandara.

“Hadirnya Bandara Ahmad Yani dengan kapasitas yang lebih besar, akan menjadi peluang yang bagus. Untuk mengembangkan Joglosemar, Jogja Solo Semarang yang dikembangkan dengan ikon Borobudur,” kata Arief Yahya, dalam keterangan yang diterima KONTAN, Selasa (14/11).

General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Letkol CPN Maryanto menjelaskan, pembangunan bandara paket I berupa pengerjaan akses jalan, stabilitas tanah, Zona II, area parkir, serta akses kargo.

"Akses jalan sudah baik, mulai dari masuk jalan PRPP sampai Kampung Laut dilanjut akses ke beberapa proyek lainnya. Sisa 10% kekurangannya terkait pengerukan jalan dan finishing," katanya.

Untuk pengerjaan paket II yang  sudah rampung 100%, yaitu pengerjaan area parkir pesawat (apron) serta landas hubung (track way) seluas 72.552 m2. Saat ini sedang masa pemeliharaan yang selanjutnya akan dilakukan serah terima.

Sementara paket III merupakan pengerjaan terminal. Sudah dilakukan pengerjaan sejak Mei lalu dengan dilakukan penunjukan kontraktor proyek oleh Waskita Karya.

Nilai kontrak pembangunan terminal Rp 930 miliar dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) sebesar Rp 1 triliun.
"Kami optimis Maret 2018 bandara sudah dalam beroperasi sesuai instruksi presiden. Nanti Januari akan dilihat perkembangannya agar bisa dioperasikan pada Maret 2018 mendatang," tukasnya.

Bandara Internasional Ahmad Yani nantinya akan terlihat moderen dengan fasilitas yang lebih canggih. Seperti bangunan dua tingkat dengan ruang tunggu berada di atas, sedangkan pintu kedatangan dan keberangkatan ada di lantai bawah. Fasilitas lainnya eskalator, lift, dan garbarata sebagai akses penumpang menuju pesawat dari ruang tunggu.

Luas total area bandara termasuk terminal adalah sepuluh kali lipat dibanding luasnya sekarang atau 58.000 m2. Mampu menampung 6-7 juta penumpang per tahun. Dibanding sekarang yang hanya mampu berkapasitas 800.000 penumpang karena luas hanya 6.700 m2.