HOME|

ANGGARAN LIBURAN

Bisnis, hiburan dan peran waria di kota Bangkok

oleh : Asnil Bambani Amri | Senin, 20 Maret 2017 | 10:52 WIB
0 Komentar
Salin Tulisan
Bisnis, hiburan dan peran waria di kota Bangkok

BANGKOK. Anda yang pernah berkunjung ke Thailand, tentu sudah tak kaget lagi dengan istilah ladyboy, atau akrabnya waria. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), istilah waria disebutkan sebagai laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti wanita.

Nah, berbeda dengan di Indonesia, Thailand merupakan salah satu negara yang bersifat terbuka atau permisif terhadap waria. Bahkan, keberadaan waria tersebut seolah-olah diistimewakan di Kerajaan Siam tersebut.

Andaikata, Anda naik bus kota, jangan kaget saat ada banci diberikan perlakuan khusus atau dipersilakan duduk saat penumpang  sesak, atau dalam artian mendapatkan kursi prioritas. “Setelah biksu dan perempuan, banci menjadi prioritas dalam kehidupan sosial di Thailand,” kata Amman, salah satu warga Bangkok menuturkan, Sabtu (18/3).  

Karakter masyarakat yang permisif terhadap waria ini berpengaruh ke kehidupan sosialnya. Warga Thailand menganggap waria sebagai bagian dari kehidupan sosialnya. Kehadiran waria mulai dilirik pemerintah dan pelaku usaha di Thailand.

Alhasil, kini fulus mengalir ke kantong pemerintah dan kantong warga Thailand. Kehadiran waria bisa membuka peluang usaha bisnis hiburan yang menggiurkan di Thailand. Bahkan, kini waria bak magnet khusus bagi Thailand untuk menarik wisatawan datang dan membelanjakan uangnya sebanyak-banyaknya.

Salah satu industri yang dikembangkan untuk waria tersebut adalah, pertunjukan seni. Salah satunya adalah Calypso Cabaret yang berada di Asiatique The Riverfront. Untuk menyaksikan pertunjukan waria tersebut, pengunjung mesti merogoh tiket senilai 900 bath atau setara Rp 360 ribu.

Jika satu kali pertunjukan yang memakan sekitar waktu dua jam tersebut dihadiri oleh 300 penonton, setidaknya panitia Calypso Cabaret mendulang pendapatan Rp 108 juta untuk sekali pertunjukan. Jika pertunjukan digelar satu kali sehari, pengelola Calypso Cabaret bisa mendulang pendapatan Rp 3,24 miliar per bulan.

Saat hadir melihat pertunjukan, KONTAN menyaksikan wajah-wajah penasaran dari pengunjung. Dari wajah mereka, terlihat mereka berasal dari wilayah Asia, India, Timur Tengah dan juga ada yang berasal dari Eropa. Bahkan, turis dari Indonesia terbilang cukup banyak.

Ada berbagai atraksi yang ditampilkan dalam pertunjukan tersebut, mulai dari nyanyi, sulap, tari hingga drama komedi kolosal yang membuat pengunjung terperangah hingga tertawa melihat tingkat waria tersebut.

Asal tahu saja, pertunjukan yang dilakukan oleh waria ini tidak hanya satu tempat saja. Ada banyak tempat-tempat lain di Thailand juga menyajikan tontonan atau pertunjukan yang dilakukan waria ini. Pertunjukan semacam ini kemudian semakin hari ramai, apalagi sejak waria asal Thailand bernama Nong Poy dinobatkan sebagai waria tercantik sejagat raya.

Tak hanya di bidang pertunjukan saja, profesi waria di Thailand juga berkembang hingga menjadi tour guide hingga profesi lainnya yang terkait dengan pariwisata.



0 Komentar
Salin Tulisan