kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.340
  • LQ451.101,79   1,60   0.15%
  • SUN105,56 -0,84%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Festival Gravitasi Bumi di Ngawi bius ribuan orang

Rabu, 30 Agustus 2017 / 11:56 WIB

Festival Gravitasi Bumi di Ngawi bius ribuan orang

KONTAN.CO.ID - Virus pariwisata yang gencar dikembangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya terus bergulir hingga daerah. Banyak yang mulai memikirkan pengembangan destinasi di daerah, dengan mengeksplorasi potensi alam dan budaya lokalnya.

"Ini menunjukkan gairah pariwisata kita makin kuat sampai ke daerah-daerah. Membangun destinasi itu tidak harus muluk-muluk, yang penting serius, actions dan mengimplementasi di lapangan," ucap Arief Yahya dalam keterangan yang diterima KONTAN, Rabu (30/8).

Seperti yang terjadi di Ngawi, Jatim. Ada Festival Gravitasi Bumi (FGB) Selondo yang sukses digelar 29 Agustus lalu. Sebuah festival menumpuk batu kali hingga menjulang tinggi atau loving gravitation ini diikuti ribuan peserta selama dua hari.

Satu per satu batu yang mereka peroleh disusun menumpuk. Bila tidak ada yang cocok, mereka lalu berdiri mencari-cari batu yang bentuknya bisa untuk ditumpuk. ‘’Ini asyik banget, bikin gregetan, butuh kesabaran untuk menumpuk batu,’’ kata Santi, salah seorang pengunjung dari Kota Madiun.

Event tahunan ini memang telah menjadi langganan para wisatawan untuk mengunjungi Ngawi bersamaan digebernya Ngawi visit years. Terbukti kegiatan yang digawangi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa setempat mampu mendongkrak jumlah pengunjung lokal dan luar daerah.

‘’Jumlahnya meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Bulenya juga semakin banyak. Ada yang dari London, Inggris dan Spanyol, ‘’ kata Zainul Khohar, ketua panitia FGB sekaligus ketua Pokdarwis Ngrayudan.

Menurut Zainul, kedatangan pengunjung mancanegera tersebut semakin membuktikan jika seni menumpuk batu kali bertitle FGB sukses menarik wisatawan internasional. Festival itu menjadi satu-satunya di dunia. Terbukti dengan perolahan penghargaan Museum Original Rekor Indonesia.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Yulianto Kusprasetyo mengatakan, pihaknya berupaya maksimal mempromosikan event yang digelar oleh Pokdarwis ini. Dia berharap, event tersebut mampu menyedot pengunjung lokal juga turis mancanegara.

Sebab, potensi kawasan tersebut menjadi paket wisata alam cukup tinggi. Tak hanya banyak tempat wisata alam lainnya yang tak kalah indah. Ada kolam renang, pemancingan, air terjun, dan masih banyak lagi. ‘’Daerah itu cocok untuk dikembangkan sebagai paket wisata alam,’’ pungkasnya.


Reporter Jane Aprilyani
Editor : Dessy Rosalina

FESTIVAL BUDAYA INDONESIA

Berita terbaru Lifestyle

Tag
TERBARU
MARKET
IHSG
9,63
6.500,53
0.15%
 
US/IDR
13.334
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy