HOME | Tokoh |

JOKOWI

Jokowi, antara batik dan pendamping di 2019

oleh : Mesti Sinaga | Senin, 11 September 2017 | 17:53 WIB

Jokowi, antara batik dan pendamping di 2019

KONTAN.CO.ID - Penampilan dan busana yang dikenakan Joko Widodo sering mencuri perhatian publik. Sebut saja jaket bomber yang dia kenakan saat menggelar jumpa pers di sebuah malam di bulan November 2016. Jaket bomber itu langsung ngetren.

Penampilan Presiden RI Ke-7 itu juga tampak menarik saat beberapa kali mengenakan pakaian adat  dari berbagai daerah di Indonesia. Begitu pula saat Presiden yang akrab disapa Jokowi itu mengenakan atasan jas, selop dan sarung ala pesantren.



Namun, yang paling setia menemani penampilan Jokowi, selain baju kerja berupa kemeja putih dengan lengan digulung, adalah kemeja batik yang kerap dia pakai  di berbagai acara.



Mengenakan kemeja batik dengan potongan yang pas di badan, plus motif dan pilihan warna yang elegan, membuat Pak De - demikian Jokowi kerap disapa pendukungnya -
tampil gagah.

Yang bikin kemeja batik Presiden Jokowi lebih menarik adalah motifnya yang indah dan berasal dari berbagai daerah. Ya, ratusan kemeja batik koleksinya berasal dari Aceh hingga Papua.  

Presiden Jokowi pun tersenyum saat KONTAN memuji batik yang dia kenakan saat melakukan wawancara eksklusif dengan Tim Kontan, 28 Agustus 2017 lalu. Ia pun hanya tersipu malu saat ditanyakan, siapa desainer dari batik-batik yang kerap ia pakai.



Jika soal batik dijawab dengan senyum, baiklah ... mari kita tanyakan hal yang jauh lebih serius.

Siapa gerangan atau tipe seperti apa yang kelak akan mendampingi Pak Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 kelak? “Ini (wawancara ini) kan, urusan ekonomi,” elaknya sambil tergelak .

Jokowi mengaku dia belum memikirkan Pilpres 2019. Hingga akhir periode kepemimpinannya, ujar Jokowi, dia akan fokus memikirkan kesejahteraan rakyat.

“Kita selesaikan kerja ini, kita harus selesaikan masalah yang memang ada di depan kita dulu, urusan politik itu 2019. Itu urusan nanti, lah itu. Urusan sekarang, ya, urusan negara, rakyat. Itu menurut saya yang lebih utama,” ujar Jokowi.