HOME | Wisata |

INDUSTRI PARIWISATA

Kempar terus pantau situasi Gunung Agung

oleh : Jane Aprilyani | Minggu, 24 September 2017 | 12:52 WIB

Kempar terus pantau situasi Gunung Agung

KONTAN.CO.ID - Sejak muncul tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali, alarm Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut bersuara. Dia memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kempar) untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali,terutama menyangkut kepariwisataan, di Pulau Dewata itu.

Arief masih belum angkat bicara soal peristiwa alam itu. Dia berpesan agar warga Bali, yang mengalami dampak langsung fenomena vulkanik ini, agar tetap bersabar, dan sama-sama berdoa kepada Tuhan YME agar senantiasa diberi keselamatan. "Kepada wisatawan, harap waspada, ikuti saran dan anjuran pemerintah, agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak seandainya terjadi erupsi," kata dalam keterangan yang diterima KONTAN, Minggu (24/9).

Sementara itu, laporan Ketua Tim Crisis Center Kempar, Ngurah Putra, Gunung Agung sekarang sudah pada posisi level 4 yaitu posisi awas. Radius jarak pantau dari 9 km diperluas menjadi menjadi 12 km.

Menurutnya, pemerintah provinsi Bali bersama BPBD telah mengantisipasi dengan mengungsikan kurang lebih 15.000 penduduk yang berada dekat Gunung Agung ke tenda dan tempat pengungsian lainnya yang berada di jarak aman. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginstruksikan kepada semua instansi dinas Provinsi Bali untuk memberikan bantuan pada pos-pos yang telah ditentukan dan telah dilaksanakan mulai hari ini.

Yang pasti, kata Ngurah Putra, Bandara Ngurah Rai sampai malam Sabtu lalu 23 September pukul 19.00 tetap aman, berjalan normal, tanpa ada pembatalan penerbangan. "Semoga tetap lancar dan aman," kata Ngurah putra.

Tim Crisis Center juga mencatat, belum ada wisman yang membatalkan kunjungan ke Bali. Juga belum ada laporan wisman yang mempercepat kepulangan karena erupsi Gunung Agung itu. "Mohon doa semua pihak, agar situasi Gunung Agung segera normal, kembali seperti biasa," ujar Ngurah Putra.