HOME | Komunitas & Hobi |

KELAUTAN DAN PERIKANAN

KKP dan Pemprov DKI gelar Sekolah Pantai Indonesia

oleh : Abdul Basith | Rabu, 22 November 2017 | 19:52 WIB

KKP dan Pemprov DKI gelar Sekolah Pantai Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Sekolah Pantai Indonesia (SPI) untuk membangun Gerakan Cinta Laut (Gita Laut).

"Kegiatan SPI menerapkan prinsip dari, oleh dan untuk siswa melalui konsep 4A yaitu amati, analisa, ajarkan, dan aksi," ujar Hendra Yusran Siry, Kasubdit Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP dalam siaran pers, Rabu (22/11).

KKP dan Pemprov DKI Jakarta menggelar SPI bertempat di perairan Pulau Tidung Kecil, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Kegiatan aksi ini diikuti 100 pelajar SMKN 61 Jakarta dengan melakukan transplantasi karang.

Pada kegiatan ini, Hendra mewakili KKP menyerahkan secara simbolis 5 set alat snorkling kepada sekolah. Alat itu digunakan untuk pemeliharaan dan monitoring hasil kegiatan aksi transplantasi karang.

Pelaksanaan SPI telah dilakukan mulai dari kegiatan sosialisasi, amati, analisa dan ajarkan sejak 2 bulan yang lalu.

Aksi yang dilakukan peserta SPI Kepulauan Seribu berupa transplantasi karang sebagai upaya rehabilitasi terumbu karang lewat pencangkokan atau pemotongan karang hidup. Selanjutnya karang itu ditanam di area yang rusak atau lahan kosong.

Sri Wahyuni, Kepala Bidang Kelautan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta menjelaskan manfaat metode transplantasi karang. Metode itu mempercepat regenerasi terumbu karang sehingga mampu memulihkan kembali ekosistem terumbu karang.

Metode yang digunakan pada transplantasi itu adalah metode rak yang membentuk huruf SPI DKI. Setiap rak diisi lima puluh bibit karang yang direkatkan dengan substrat semen.

Kegiatan tersebut diharapkan membantu pemulihan ekosistem terumbu karang sebagai habitat bagi organisme bawah laut yang hidup di dalamnya.

Komitmen bersama ini diharapkan mendorong ekosistem terumbu karang yang mempunyai punya peran penting, baik dari segi estetika, ekologi, maupun ekonomi, bisa pulih kembali.