HOME | Style | Rendezvous |

FASHION

Lenggak-lenggok di Jakarta Fashion Week

oleh : Yudho Winarto | Minggu, 22 Oktober 2017 | 19:14 WIB

Lenggak-lenggok di Jakarta Fashion Week

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jakarta Fashion Week, pekan mode utama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara, resmi dibuka di Senayan City, Jakarta.

Selama sepekan, 21-27 Oktober 2017, ratusan desainer Indonesia dan mancanegara, termasuk para desainer dari Australia, Swedia, India, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, akan  menampilkan koleksi terbaik mereka di ajang bergengsi yang akan menjadi arahan fashion Indonesia di tahun 2018, serta menjadi sorotan publik internasional. 

Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week tahun ini menjadi istimewa karena  Jakarta Fashion Week telah genap 10 tahun menapakkan kaki sebagai platform penggerak industri mode Indonesia yang  berkomitmen membawa desainer-desainer Indonesia – khususnya yang tergabung dalam program inkubasi Indonesia Fashion Forward – ke kancah mode internasional. 

“Perjalanan 10 tahun ini sangatlah penuh dinamika dan tidak selalu mudah, namun kami merasa bangga telah berhasil mencapai level kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan di industri fashion: desainer fashion dan asosiasi-asosiasinya, pabrik tekstil dan garmen, retailers, pemerintah daerah, pusat-pusat budaya internasional, sekolah-sekolah fashion,  juga media, bloggers dan instagrammers.,” kata Svida Alisjahbana, Ketua Umum Jakarta Fashion Week, sekaligus CEO Feminagroup dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id

Tema “Bhinneka dan Berkarya” sungguh tepat diusung pada peringatan 10 tahun Jakarta Fashion Week, karena fashion adalah industri yang mampu merangkum berbagai pengaruh dan warisan budaya, juga berbagai titik pandang atau pilihan lifestyle. 

“Bhinneka dan Berkarya juga merupakan ciri khas Femina Group, perusahaan yang didirikan oleh perempuan dan terus dikelola oleh sebagian besar perempuan. Pikiran yang terbuka dan keberanian memulai hal yang baru berperan penting dalam pekerjaan kami. Kita hanya bisa berkarya, apabila kita merangkul semua perbedaan dan membuka diri terhadap hal-hal yang baru,” kata Svida.  

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Triawan Munaf, dalam pidato sambutannya menekankan pentingnya keberagaman bagi Indonesia dalam konteks pengelolaan ekonomi kreatif,

“Ini adalah bagian dari upaya melahirkan desainer-desainer baru yang siap masuk ke dunia retail. Karena semakin sering kreativitas baru dilahirkan dari rahim-rahim budaya tersebut, maka semakin dibutuhkan panggung-panggung untuk memasarkannya. Dengan demikian akan tercipta nilai ekonomi bagi kesejahteraan kita semua,” kata Triawan

Langkah Jakarta Fashion Week di tahun ke-10 penyelenggaraannya ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan Senayan City yang untuk kelima kalinya menjadi venue dari Jakarta Fashion Week 2018. 

Veri Y. Setiady, CEO Senayan City, memaparkan, ”Senayan City sebagai pusat belanja pioneer berbagai gelaran fashion dan lifestyle kembali berkolaborasi untuk kali ke-5 dengan JFW 2018. Ada 4 fashion presentation tahun ini hadir berbeda dari tahun-tahun sebelumnya persembahan Senayan City.

Selama sepekan, Jakarta Fashion Week 2018 akan menampilkan fashion show kolaborasi dengan para mitra tersebut, serta lembaga pemerintahan, seperti BEKRAF, Dewan Kerajinan Nasional tingkat Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta, maupun berbagai organisasi dan pusat kebudayaan internasional, yaitu Australian Embassy, The British Council, Embassy of Sweden, Korea Creative Content Agency, Korea Model Association, Japan Fashion Week Tokyo, Fashion Design Council of India. 

Tak hanya itu, Jakarta Fashion Week 2018 juga akan diwarnai dengan berbagai talkshow, kompetisi untuk para desainer serta fashionista, yang diselenggarakan oleh para mitra, seperti Himpunan Desainer Interior Indonesia, serta Fashionlink Showroom (B2B) dan Fashionlink Market (B2C) di The Hall, Senayan City, lantai 8. 

Berbagai label fashion pun dapat melaksanakan transaksi penjualan bisnis dalam jumlah besar (B2B) dengan buyer lokal dan internasional, sekaligus transaksi ritel (B2C), di area Fashionlink. Fashionlink dibuka secara resmi pada Senin, 23 Oktober 2017, dan akan berlangsung selama 5 hari hingga penutupan Jakarta Fashion Week 2017, Jumat, 28 Oktober 2017.

Selebrasi fashion terdepan di Indonesia ini terselenggara berkat dukungan sejumlah partner yang mendukung Jakarta Fashion Week 2018, yaitu Senayan City, Grab,  Make Over, L'Oréal Professionnel, Vivo Smart Phone, Toyota All New Sienta, UBS Pusat Emas Model Baru,  Matahari Department Store, Top White Coffee, Fresh & Natural, Serasoft, Royale Parfum

Collection by So Klin, Royal Philips, Epson, Wardah, Batik Air, XL Prioritas, Himpunan Desainer Interior Indonesia, Chroma Project, Energy Sound,  Ultra Sari Kacang Ijo, dan The Harvest Patissier & Chocolatier.