HOME | Komunitas & Hobi |

FILM

Marlina, pembunuh empat babak tayang 16 November

oleh : Maizal Walfajri | Kamis, 09 November 2017 | 21:41 WIB

Marlina, pembunuh empat babak tayang 16 November

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dari Sutradara Mouly Surya bakal beredar di bioskop Indonesia mulai 16 November 2017.

Sebelumnya, film dengan latar belakang di Sumba, Nusa Tenggara Timur ini telah lolos seleksi festival film internasional seperti Festival Film Cannes pada Mei 2017, New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival pada Agustus 2017, Toronto International Film Festival dan Festival International du Film deFemmesde Sale (FIFFS) Maroko pada September 2017, Busan International Film Festival, dan QCinema International Film Festival pada Oktober 2017.

Marlina juga menyabet penghargaan yaitu film dengan skenario terbaik pada FIFFS Maroko. Selain itu, Marsha Timoty menyabet penghargaan aktris terbaik dari Sitges International Fantastic Film Festival, mengalahkan bintang Nicole Kidman. Juga penghargaan sebagai film terbaik Asian NestWave dari The QCinema Film Festival, Filipina.

Produser Fauzan Zidni memaparkan, film tersebut sudah mendapatkan jalur distribusi sebanyak 18 negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Masih ada beberapa distributor dan negara lain dalam tahap negosiasi.

Film yang berkategori 17+ menurut Lembaga Sensor Film ini merupakan produksi bersama Cinesurya dan KaningaPictures (Indonesia), dengan beberapa mitra ko-produksi internasional yaitu Sasha & Co Production (Prancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura) dan PurinPictures (Thailand).

"lde cerita ’Marlina’ ini sebenarnya dari Mas Garin Nugroho pada akhir 2014. Kala itu saya dan dia sama-sama menjadi juri di Festival Film Indonesia, tiba-tiba Mas Garin ngajak untuk bikin film bareng. Nah di situ kali pertama Mas Garin cerita Marlina kepada saya,” ungkap Sutradara Mouly Surya, Kamis (9/11).

Mouly mengaku tidak mengubah premis dari Garin sejak awal. Dia hanya menambahkan detil-detil dan memberikan ’kendaraan' berupa genre western terhadap film ini.

"Jujur sebagai sutradara tidak ada target khusus jumlah penonton. Targetnya sebanyak mungkin. Saya cukup optimis. Yang pasti kalau nonton film saya, orang harus keluar dari zona zamannya," pungkas Mouly.