HOME | Wisata |

TRAVEL

Mencumbu Kecantikan Rinjani lewat Jalur Torean

oleh : SS. Kurniawan | Sabtu, 25 November 2017 | 08:00 WIB

Mencumbu Kecantikan Rinjani lewat Jalur Torean

KONTAN.CO.ID - Kecantikan Rinjani sudah mendunia. Tak heran, banyak pendaki mancanegara yang ingin mencumbu setiap jengkal keindahan gunung yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu.

Cuma, untuk menuju puncak Rinjani setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut (dpl), kebanyakan pendaki lewat Jalur Senaru dan Sembalun. Padahal, ada satu lagi rute lagi yang letaknya ada di tengah-tengah Jalur Senaru dan Sembalun.

Namanya: Jalur Torean. Menggunakan nama Torean lantaran rute ini berawal dari Desa Torean. “Jalur ini memang kurang populer, padahal banyak spot-spot bagus,” kata Yudi GPO, salah satu pemandu pendakian Rinjani.   

Tapi, Jalur Torean sangat populer bagi masyarakat sekitar. Soalnya, mereka menggunakan rute ini untuk pengobatan, dengan berendam di sejumlah sumber air panas alami yang terdapat di jalur ini.

Masyarakat setempat percaya, air panas yang keluar dari perut Rinjani di Jalur Torean bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Di aliran air panas itu, masyarakat membentuk kolam-kolam kecil untuk tempat berendam. Salah satu aliran air panas tersebut keluar dari mulut goa.

Yudi bilang, di bulan-bulan tertentu dalam penanggalan Islam seperti Muharam, banyak masyarakat yang melakukan pengobatan di sumber air panas tersebut. “Kebanyakan sudah tua-tua dan datang rame-rame dengan menumpang truk,” kata pria paruh baya ini.

Selain ke sumber air panas, masyarakat sekitar juga menyambangi sejumlah goa yang ada di sepanjang Jalur Torean. Misalnya, Goa Susu. Namanya susu karena ada stalaktit yang mengeluarkan air di goa itu.

Air yang menetes dari speleothem yang menggantung di langit-langit gua kapur itu dipercaya masyarakat setempat berkhasiat. “Makanya, Jalur Torean disebut juga sebagai jalur obat atau spiritual,” imbuh Yudi yang akrab dipanggil Simbah.

Sumber air panas dan goa baru dua dari spot-spot cakep yang bertebaran di Jalur Torean. Pemandangan yang menyihir mata adalah air terjun. Bukan cuma satu atau dua tapi banyak.  

Misalnya, Air Terjun Penimbung. Waterfall setinggi 100 meter ada di sisi Gunung Sangkareang. Lalu, Yudi menyebutkan, ada air terjun bertingkat yang terletak di sisi Gunung Rinjani, yang yang namanya dicomot dari Dewi Anjani, putri Raja Selaraparang yang berparas sangat cantik.

Jalur Torean juga memiliki tiga jurang yang sangat curam yang langsung mengarah ke Kokoq Puteq alias Kali Putih dan belum ada pengamannya. Ada beberapa trek terjal dengan tangga kayu yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat.

Yudi menambahkan, Jalur Torean langsung tembus ke Danau Segara Anak. Rute ini jadi rute tersingkat menuju kaldera berisi air tersebut, dengan Gunung Baru Jari atau anak Rinjani menyembut di tengah danau.

Cuma, Yudi meminta, agar pendaki yang ingin melalui Jalur Torean harus bersama pemandu. Sebab sejatinya, jalur ini bukan rute resmi Taman Nasional Gunung Rinjani.

Alhasil, di Jalur Torean tidak ada penanda dan tempat perhentian sementara (shelter) seperti di Senaru dan Sembalun. “Meski jalurnya jelas, potensi kesasar sangat besar,” ungkap Yudi yang juga pendiri Gede Pangrango Operation (GPO).