Kedai|

KWETIAU AKANG

Sedapnya kwetiau berbalur udang cincang

oleh : Dikky Setiawan | Rabu, 10 Oktober 2012 | 16:35 WIB
0 Komentar
Salin Tulisan
Sedapnya kwetiau berbalur udang cincang

Anda penggemar berat kwetiau? Jika ya, langsung arahkan kendaraan Anda menuju Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, atau populer dengan sebutan Arteri Pondok Indah. Soalnya, di situ ada kedai yang menawarkan mi khas Tiongkok ini dengan rasa yang yahud. Namanya: Kwetiau Akang.

Nah, kalau Anda datang dari arah Lebak Bulus, kedai ini ada di sisi kiri sebelum underpass Jalan Bungur. Letak persisnya di sebelah kiri diler mobil Hyundai. Pelang warna putih bertuliskan: Kwetiau Akang menjadi petunjuk Anda.

Luas kedai ini sekitar 150 meter persegi. Ada 17 meja di dalam ruangan dan tiga meja di bagian luar. Jadi, bagi Anda yang perokok, bisa memesan meja di luar ruangan. Total, kedai ini mampu menampung sekitar 80 pengunjung.

Tentu, bukan kapasitas tampung pengunjung yang menjadi andalan Kwetiau Akang, lo. Tapi, ya, itu tadi, rasa kwetiau yang bisa memanjakan lidah para pengunjungnya.

Ada empat pilihan menu kwetiau. Ada kwetiau goreng, kwetiau kuah, kwetiau siram, dan kwetiau tomat. Pilihan isi kwetiau juga bermacam-macam. Ada isi daging sapi, daging babi, kepiting, dan hepia alias udang cincang. Bagi Anda penganut vegetarian, tersedia kwetiau polos tanpa isi, hanya taoge dan caisim. Tapi, sekadar info saja, menu favorit kedai ini adalah kwetiau goreng.

Untuk bisa menikmati seporsi Kwetiau Akang, Anda harus merogoh kocek lumayan dalam. Satu posri kwetiau goreng spesial dipatok Rp 38.000. Jika tanpa daging kepiting, harganya hanya Rp 31.000 per porsi. Sedang kwetiau polos cuma Rp 20.000 per porsi. Namun, uang yang Anda keluarkan itu akan terbayar dengan kelezatan rasa Kwetiau Akang.

Setelah memesan menu yang Anda suka, dalam waktu 10 menit saja, kwetiau sudah tersaji di atas meja. Sepintas, penampilan Kwetiau Akang tidak berbeda dengan kwetiau racikan kedai-kedai chinese food lainnya. Tampilan kwetiaunya pucat, tidak terlalu kecokelatan, dan sedikit basah. Yang membedakan, selain rasanya yang sedap, penyajian kwetiau di kedai ini menggunakan alas daun pisang yang diletakkan di atas piring, sehingga menambah daya pikat kwetiau.

Begitu terhidang di atas meja, aroma bumbu kwetiau langsung menyengat indra penciuman. Kekuatan aroma Kwetiau Akang terletak pada irisan hepia yang membaluri sekujur makanan ini. Aroma bawang putih dan daun bawang juga menguar lembut dari kwetiau.

Setelah menggenggam sendok dan garpu, Anda tidak perlu repot mencari isi kwetiau. Sebab, kedai ini sangat royal menaburkan beragam isi di dalam kwetiau. Contoh, kwetiau goreng spesial, isinya mulai dari daging sapi, udang, kepiting, bakso, hepia, hingga telur. Dalam tiap sendokan, pasti ada isi kwetiau di sela-sela kwetiau.

Begitu sesendok kwetiau masuk ke dalam mulut, hepia cincang yang menyelimuti permukaan kwetiau betul-betul memberikan sensasi lezat. Irisan daging sapi yang tak terlalu tipis sangat lembut, gigi Anda tidak perlu ekstra menggunyahnya. Bakso ikan yang cukup kenyal berpadu dengan suwiran daging kepiting nan gurih. Sedang tekstur kwetiau sendiri sangat lentur dan lembut saat dikunyah. Secara umum, kwetiau khas Medan ini tidak terasa manis, ada sensasi rasa gurih.

Masih pakai tungku

Untuk menambah kesegaran kwetiau, Anda bisa menambahkan acar berisi potongan timun, cabai rawit, dan bawang merah yang disediakan di setiap meja. Bila Anda suka pedas, sirami saja kwetiau dengan sambal olahan kedai ini. Niscaya, begitu kwetiau masuk mulut, lidah Anda serasa disambar petir, tersengat rasa pedasnya.

Deny Roys, pengelola Kwetiau Akang di Arteri Pondok Indah, menuturkan bahwa rasa lezat kwetiaunya bukan semata berasal dari racikan bumbunya yang oke. Tapi juga dari cara pengolahannya. Ia masih memakai tungku arang untuk memasak kwetiau. Aroma dari arang itulah yang menambah wangi khas kwetiau. Panas dari bara arang juga membuat kehangatan kwetiau tidak cepat dingin ketika santapan belum habis.

Walau kedai ini menyediakan menu kwetiau babi, pelanggan muslim tak usaha khawatir. “Saat pengolahan, kami memisahkan tungku masak untuk menu isi daging babi dan sapi,” jamin pria 31 tahun ini.

Dalam sehari, Deny mengungkapkan, kedainya bisa menghabiskan 40 kilogram (kg) kwetiau. Dari setiap kilogram kwetiau, dia bisa menghasilkan sekitar lima porsi kwetiau. Untuk daging sapi dan babi, masing-masing menghabiskan 20 kg dan 40 kg sehari. “Stok hepia sekitar 50 kg per pekan,” beber ayah satu anak ini.

Deny bilang, pelanggan kedainya bukan cuma berasal dari masyarakat biasa, tapi juga kalangan selebriti Tanah Air. Contoh, Agnes Monica, Adly Fairuz, Glenn Fredly, Syahrul Gunawan, Tukul Arwana, serta pasangan artis senior Frans Tumbuan dan Rima Melati.

Oh, ya, kwetiau bukan satu-satunya menu yang tersedia di Kwetiau Akang. Anda juga bisa memesan menu lain: bakmi, bihun, dan nasi goreng seharga Rp 31.000 per porsi. Di kedai ini juga tersedia kuotie atau semacam pangsit goreng. Harganya Rp 30.000 isi 10 potong.

Untuk pelepas dahaga, Anda bisa memesan aneka minuman khas Kota Medan. Ada air jali atau barli, liang teh, es markisa, jus terong belanda, dan teh tarik. Harga minuman di sini berbanderol harga Rp 4.000 hingga Rp 10.000 segelas.

Info saja, selain di Arteri Pondok Indah, Kwetiau Akang ada di Muara Karang, Kelapa Gading, Mangga Besar, dan Serpong. Tapi, hanya kedai di Arteri Pondok Indah yang menyediakan menu kwetiau dengan daging sapi. Di cabang lain, cuma menawarkan kwetiau isi daging babi dan seafood.

Yuk, ke Kwetiau Akang. Saran saja, datanglah di luar jam makan siang dan makan malam. Sebab, pada jam-jam itu, kedai ini ramai pengunjung. Dan, catat jam buka kedai ini, yakni jam 11.00–14.00 dan jam 17.00– 23.00. Jangan salah, ya. 

 

Kwetiau Akang
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 25 E Jakarta Selatan
Telp: 021-7291664
Koordinat GPS:
S6°18.699’- E106°82.666’

Sumber Mingguan KONTAN,Edisi 8 - 14 Oktober 2012


0 Komentar
Salin Tulisan