HOME | Wisata |

INDUSTRI PARIWISATA

Sensasi offroad menembus hutan pinus Nglinggo

oleh : Jane Aprilyani | Senin, 13 November 2017 | 12:12 WIB

Sensasi offroad menembus hutan pinus Nglinggo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ingin menikmati sensasi wisata menembus hutan pinus dengan kendaraan offroad 4x4? Ada wisata yang ditawarkan Nglinggo Adventure Hill, operator offroad di Rimbono Homestay yang berada di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY.

Mulai dari rute pendek ke Bukit Ngisis. Dari sana wisatawan akan diajak menikmati hamparan kebun teh dengan harga Rp 200 ribu per jeep berisi 3 orang. Rute sedang dengan jarak tempuh selama 2-4 jam, kisaran harga Rp 500 ribu.

Sedangkan rute panjang jarak tempuh antara 4-6 jam dengan harga Rp 700 ribu. Serta paket ekstrem menyusuri hutan pinus seharian.

Pemilik Rimbono Homestay yang juga Koordinator Pemasaran Desa Wisata Nglinggo, Melkey Binaro mengatakan, trek ini mulai dibuka pada awal tahun 2014. Awalnya trek ini hanya digunakan oleh para pecinta olah raga offroad.

"Tapi kebetulan banyak tamu yang menginap dan ingin mencoba, akhirnya mereka menyebarkannya lewat media sosial. Dari situ terus berkembang sampai akhirnya resmi dipergunakan untuk wisata sejak 2015," ujar Melkey yang dikunjungi Forum Wartawan Kementerian Pariwisata, pekan lalu.

Ia pun berharap seiring dengan rencana pemerintah daerah membuka jalur Bukit Menoreh, akan semakin banyak masyarakat yang turut serta menghidupkan atraksi wisata ini.

"Harapan ke depannya mobil jeep tidak perlu mengundang dari tempat lain. Pemuda-pemuda desa di sini bisa mengambil jeep sendiri. Syukur-syukur pemerintah mau memfasilitasi supaya pemuda dan masyarakat di sini bisa lebih mandiri,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kehadiran komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya. Selama ini detak wisata di Yogyakarta tidak pernah mati, juga salah satunya berkat kegigihan dari masyarakat dan komunitas.

“Peran masyarakat sungguh luar biasa, inisiatif masyarakat sekitar muncul dan jenis–jenis pariwisata yang di tawarkan semakin beragam mulai dari wisata alam, budaya hingga sejarah," ujar Arief Yahya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Senin (13/11).

Untuk itu ia mendorong pemerintah setempat untuk dapat memberi perhatian dan mensupport. Kemenpar sendiri akan mendukung pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan, jalur Bedah Menoreh akan memiliki panjang 60 kilometer. Menjadi salah satu akses menuju destinasi prioritas pariwisata, Candi Borobudur dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Jalur yang membelah perbukitan menoreh (Bedah Menoreh) sudah dilakukan sejak tahun 2016 kini baru selesai sepanjang sembilan kilometer," ujar Sutedjo.

"Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata. Antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh," katanya.