Profesi | HOME |

KESEHATAN

Uang lembur nihil, sampai mana loyalitas karyawan?

oleh : Wahyu Tri Rahmawati | Sabtu, 04 November 2017 | 09:28 WIB

Uang lembur nihil, sampai mana loyalitas karyawan?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika Anda bekerja di perusahaan yang tidak menerapkan aturan lembur, sehingga tidak ada jatah uang lembur dan transportasi, apa yang harus Anda lakukan? Apalagi setiap hari Anda harus pulang malam hingga pukul 22.00?

Apakah Anda harus memilih diam, atau memilih menyampaikan keberatan pada perusahaan?

Haryo Utomo Suryosumarto, Founder & Managing Director PT Headhunter Indonesia mengatakan, sangat wajar seseorang keberatan bekerja di perusahaan yang tidak menerapkan aturan lembur.

Menurut Haryo, jika tempat Anda bekerja adalah perusahaan dengan aturan yang sudah baku, akan sulit mengubah aturan tersebut walaupun Anda mengajukan protes. "Anda bisa mencoba mengajukan keberatan kepada atasan Anda, tapi kemungkinan akan adanya perubahan kebijakan untuk dapat mengakomodasi keinginan Anda tersebut sangat kecil," kata Haryo, Seperti dikutip dari Jobplanet.com.

Akan tetapi, bila Anda bekerja di perusahaan skala kecil sampai menengah di mana level Anda tidak terlalu jauh di bawah direktur—yang kadang juga merupakan pemilik perusahaan, cobalah untuk membicarakan hal ini dengan atasan langsung Anda.

Bila atasan Anda tidak bisa memberikan solusi, mintalah izin beliau untuk membawa permasalahan ini kepada direktur atau pemilik perusahaan. Usahakan untuk senantiasa mendapatkan dukungan dari rekan-rekan kerja Anda yang juga memiliki keberatan yang sama.

Jika ingin membawa permasalahan ini pada direktur atau pemilik perusahaan, cobalah untuk menyampaikannya bukan dari kacamata Anda sebagai seorang karyawan yang langsung menuntut hak—yang dalam hal ini adalah uang lembur atau uang transportasi.

Tapi sampaikan dengan cara yang baik bahwa Anda meminta saran dari direktur atau pemilik perusahaan bahwa jam kerja yang panjang membuat Anda serta rekan-rekan mengalami kelelahan fisik dan mental.

Sebab pada ujungnya, dapat berpengaruh pada kinerja masing-masing. Lebih baik lagi bila upaya Anda ini didukung dengan data rata-rata jam kerja per hari selama tiga bulan terakhir. Biarkan beliau menawarkan alternatif solusi atau mungkin malah langsung menanyakan apa yang Anda serta rekan-rekan inginkan.

Nah, apabila lembur ini berlangsung terus-menerus, barulah masuk ke pembahasan apabila mungkin untuk membuat kebijakan baru terkait pemberian uang lembur atau uang transportasi bagi para karyawan yang harus pulang larut malam karena tuntutan pekerjaan.

"Saya sarankan untuk tidak menunda dalam mencari solusi terbaik bagi permasalahan ini. Karena bila berlangsung terus-menerus, tentunya akan sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental Anda," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jika Tak Ada Uang Lembur, Sampai Mana Batasan Loyalitas Karyawan?

Sumber Kompas.com