CLOSE [X]

5 Kegiatan untuk Memaksimalkan Gap Year agar Siap Menghadapi Dunia Perkuliahan

Selasa, 14 Juni 2022 | 15:49 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
5 Kegiatan untuk Memaksimalkan Gap Year agar Siap Menghadapi Dunia Perkuliahan

ILUSTRASI. 5 Kegiatan untuk Memaksimalkan Gap Year agar Siap Menghadapi Dunia Perkuliahan. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz


KONTAN.CO.ID -Jakarta.  Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2022 memang belum berakhir. Namun mungkin beberapa siswa sudah memutuskan untuk tidak langsung kuliah setelah lulus SMA/SMK atau gap year.  

Apa itu gap year? Bersumber dari Gap Year Associationgap year artinya pengalaman satu tahun atau semester. Gap year biasa diambil setelah selesai SMA dan sebelum masuk perkuliahan.  

Daftar Isi

Singkatnya, gap year berarti mengambil jeda waktu sebelum masuk ke perguruan tinggi di tahun berikutnya. Bagi Anda yang memutuskan mengambil gap year, Anda tidak perlu malu. Gap year justru memiliki banyak manfaat bagi Anda.

Siswa yang mengambil gap year lebih fresh dan bebas dari kelelahan belajar. Mereka juga lebih cermat dalam menentukan tujuan kuliah dan jurusan.

Baca Juga: Sesuai dengan Anjuran Rasulullah, Ini Tata Cara Melaksanakan Salat Sunnah Tahajud

Siswa memiliki kesempatan mencoba banyak hal selama jeda waktu sebelum ikut perkuliahan formal. 

Jika Anda memilih untuk gap year kuliah, jangan sia-siakan waktu Anda. Simak beberapa kegiatan yang bisa Anda lakukan selama gap year di bawah ini, dirangkum dari Gap Year Association

  • Ikut kursus persiapan UTBK

Persaingan untuk diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat tinggi sehingga Anda harus rajin belajar. Gap year bukan berarti Anda bisa bersantai dan lalai dalam belajar. 

Gap year justru menjadi kesempatan untuk mempersiapkan mengikuti seleksi PMB PTN tahun depan. Dengan jarak yang cukup lama, Anda memiliki kesempatan untuk belajar lebih dalam. 

Anda juga lebih fokus belajar karena tujuan Anda lebih jelas. Berbeda saat tahun ini dimana Anda juga harus fokus mengejar nilai rapor. 

Persiapan untuk menghadapi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) atau ujian mandiri bisa dengan berbagai cara.

Anda bisa belajar mandiri dengan mengerjakan soal-soal. Anda juga bisa mengambil kelas kursus di bimbingan belajar. 

  • Ikut kursus pengembangan skill

Selain ikut persiapan UTBK , coba kembangkan kemampuan Anda yang lain. Mumpung masih ada banyak waktu, Anda bisa ikut beragam kursus.

Jika Anda tertarik dengan bahasa, Anda bisa ikut kursus bahasa asing. Atau Anda tertarik di bidang IT, ada banyak kursus IT luring dan daring yang bisa dicoba. 

Selain hard skill, jangan lupa ikut kursus untuk mengembangkan soft skill. Soft skill dibutuhkan baik di dunia perkuliahan dan dunia kerja.

Anda bisa selangkah lebih maju dalam soft skill, dibanding teman-teman Anda yang tidak mengambil gap year

  • Bekerja paruh waktu

Bekerja sampingan juga bisa dilakukan selama gap year. Selain bisa menghasilkan uang, Anda juga bisa melatih skill di dunia kerja.

Ada banyak pilihan profesi yang bisa ditekuni oleh lulusan SMA maupun SMK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.

Anda bisa mencoba bekerja sebagai pelayan restoran atau tok, atau melamar pekerjaan di perkantoran yang membuka lowongan kerja part-time.

Baca Juga: Cek Link Pendaftaran Beasiswa Aperti BUMN 2022 Ini, Bisa Kuliah Gratis di Kampus BUMN

  • Travelling

Travelling atau jalan-jalan bisa menjadi kegiatan pelepas stres setelah belajar. Tidak lolos UTBK bagi sebagian peserta menjadi pukulan yang hebat. Tidak jarang mereka menjadi kecewa dan stres. 

Untuk mengatasinya, Anda bisa melancong agar pikiran lebih jernih. Tidak perlu mahal, Anda bisa berkunjung ke tempat wisata di sekitar kota Anda. 

Cara ini bisa mengurangi kekecewaan karena tidak lolos UTBK. Pikiran Anda juga lebih segar setelah travelling dan siap untuk kembali belajar.

  • Menjadi relawan

Jika Anda memiliki jiwa sosial yang tinggi, cobalah ikut kegiatan sosial. Selama gap year, Anda bisa turut serta menjadi relawan kemanusiaan.

Ada banyak Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bisa Anda ikuti kegiatannya. Selain bermanfaat, menjadi relawan bisa memupuk rasa kemanusiaan Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru