Aktivitas Gaming Meningkat, Belanja Iklan Mobile Game di Indonesia Melonjak

Kamis, 22 September 2022 | 11:26 WIB   Reporter: Vina Elvira
Aktivitas Gaming Meningkat, Belanja Iklan Mobile Game di Indonesia Melonjak

ILUSTRASI. Game One Piece buatan Tencent - Project Fighter. Aktivitas Gaming Meningkat, Belanja Iklan Mobile Game di Indonesia Melonjak.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. InMobi, penyedia konten, pemasaran, dan teknologi monetisasi telah merilis laporan terbaru bertajuk Mobile Game Advertising in 2022, Southeast Asia.

Laporan ini mensurvei lebih dari 200 pemimpin mobile marketing di kawasan Asia Tenggara, dalam memberikan wawasan mendalam tentang ekosistem periklanan mobile game yang berkembang pesat di Indonesia.

Hasil survei juga menyajikan gambaran menyeluruh tentang sikap, persepsi, dan kesiapan pengiklan di kawasan ini untuk mengadopsi iklan seluler atau mobile.

Laporan InMobi memperlihatkan peningkatan tajam adopsi iklan mobile game sejak pandemi dimulai. Tiga dari lima pengiklan, mulai memanfaatkan iklan mobile game dalam dua tahun terakhir, tetapi 80% responden mengaku telah beriklan setidaknya selama satu tahun atau lebih.

Sementara itu, sebanyak 98% pengiklan melaporkan peningkatan pengeluaran mereka untuk mobile game pada tahun lalu – dua kali lipat dari angka tahun lalu (year on year).

"Hal itu menegaskan bahwa potensi mobile game sebagai saluran pemasaran yang sedang berkembang," ungkap Rishi Bedi, Managing Director InMobi, dalam keterangan resminya, Kamis (22/9).

Menurut laporan tersebut, format iklan unik dalam iklan mobile game memungkinkan perhatian dan interaksi audiens yang lebih tinggi, sehingga menarik minat yang kuat dari pengiklan. Format iklan mobile game yang paling banyak dieksplorasi adalah video berhadiah, iklan playable, dan iklan interstisial.

Namun, iklan dalam game juga semakin populer karena pengiklan berusaha mengintegrasikan iklan ke dalam game dan membuat game lebih realistis. 

Laporan ini juga menunjukkan perbedaan parameter keberhasilan antar responden pada berbagai tahap saat mengadopsi iklan game. Para pengiklan cenderung memilih untuk beriklan di mobile, karena kesadaran brand, jangkauan dan frekuensi, serta tingkat penyelesaian sebagai metrik keberhasilan utama untuk kampanye mereka.

Di sisi lain, pendatang baru yang telah mengadopsi iklan gaming selama kurang dari setahun cenderung sering mengevaluasi berbagai aspek, termasuk jangkauan, keamanan brand, dan peningkatan penjualan. 

"Rumah bagi lebih dari 270 juta gamer, Asia Tenggara, adalah salah satu pasar game seluler dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dengan adopsi smartphone yang cepat dan peningkatan konektivitas internet yang semakin berkontribusi pada pertumbuhan ini, tidak mengherankan bahwa pengiklan semakin mengintegrasikan iklan digital dengan mobile game untuk memanfaatkan potensi pasar yang luas," ujar Rishi. 

Selanjutnya: Bank Ina Perdana (BINA) akan Rights Issue, Bidik Dana Segar hingga Rp 1,24 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru