KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ASEAN Foundation menargetkan lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, dosen, dan tenaga pengajar perguruan tinggi di kawasan ASEAN mendapatkan pelatihan keterampilan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) praktis hingga akhir 2028.
Program bertajuk AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific tersebut telah mendapat dukungan regional setelah diperkenalkan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan (SOM-ED) ke-21.
Baca Juga: Bawa Arsenal Juara Premier League, Mikel Arteta Dapat Kontrak Baru
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Piti Srisangnam mengatakan, pelaksanaan fase pertama menunjukkan kesiapan generasi muda, pendidik, dan masyarakat ASEAN untuk memanfaatkan AI dengan dukungan yang memadai.
“Melalui Fase 2, yang kini didukung oleh AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, kami tidak hanya berfokus pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis,” ujar Piti dalam keterangannya Selasa (22/9/2026).
Fase kedua program akan diarahkan pada peningkatan keterampilan AI terapan bagi pendidik dan siswa. Peserta akan mendapatkan kemampuan untuk memanfaatkan AI dalam kegiatan mengajar, belajar, penelitian, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, ASEAN Foundation akan menggandeng mitra lokal dari negara-negara anggota ASEAN untuk mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing negara. Mitra pelaksana juga akan menyelenggarakan pelatihan AI bagi guru K–12, mahasiswa, dan dosen.
Baca Juga: Strategi TAZA Garap Konsumen Modest Fashion Lewat Pop-up Market
ASEAN Foundation akan berkoordinasi dengan kementerian pendidikan di masing-masing negara untuk memastikan program sejalan dengan kebijakan nasional terkait AI dan pendidikan.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk melengkapi berbagai program pengembangan keterampilan digital yang telah berjalan.
Selain pelatihan, program ini mencakup pertemuan regional dan nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri AI, akademisi, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, media, dan penerima manfaat.
Pertemuan tersebut akan menjadi forum pertukaran pengetahuan sekaligus penyusunan masukan bagi kebijakan dan strategi pendidikan AI berbasis bukti. Pertemuan Regional Keempat dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura.
Kepala Google.org Asia Pasifik Marija Ralic mengatakan, literasi AI semakin menjadi keterampilan mendasar, sedangkan pendidik memiliki peran penting dalam memastikan peserta didik mampu menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Cek Pembagian Grup 8 Cabor eSports Timnas Indonesia di Asian Games
“Google.org bangga dapat terus mendukung ASEAN Foundation dalam membawa AI Ready ASEAN melangkah lebih jauh, dari peningkatan kesadaran menuju pelatihan terapan yang lebih mendalam dan akan memberikan manfaat bagi jutaan siswa di seluruh kawasan,” ujar Marija.
CEO AVPN Naina Subberwal Batra mengatakan, kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses terhadap pelatihan AI yang praktis dan dapat diperluas skalanya di Asia Tenggara.
Program AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific juga dikaitkan dengan sejumlah agenda regional, termasuk ASEAN Socio-Cultural Community Strategic Plan 2026–2030, ASEAN Economic Community Strategic Plan 2026–2030, serta ASEAN Work Plan on Education 2026–2030.
Dari sisi ekonomi, program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan daya saing tenaga kerja, pembelajaran sepanjang hayat, serta penggunaan AI dan teknologi baru secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Update Kode Redeem Honkai Star Rail Terbaru September 2026: Hadiah Edisi Khusus
AI Opportunity Fund: Asia-Pacific merupakan inisiatif regional senilai US$35 juta yang dipimpin AVPN bersama Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Program tersebut diluncurkan pada 2024 untuk membantu pendidik, pekerja, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Asia-Pasifik menghadapi perubahan yang didorong oleh perkembangan AI.
Hingga akhir Juni 2026, AI Opportunity Fund: Asia-Pacific telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 500.000 pekerja dan 50.000 usaha kecil di kawasan Asia-Pasifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News