Bakmi jawa Gondangdia bikin lidah tergoda

Senin, 07 Maret 2011 | 10:45 WIB
Reporter: Lamgiat Siringoringo  | Editor: Test Test

Kedai Mie Jawa Pak Minto tidak menjanjikan suasana yang nyaman karena hanya berada di pelataran Stasiun Gondangdia. Namun, urusan rasa jangan ditanya. Selain mi jawa nan lezat, Pak Minto juga menyajikan menu andalan cincang sapi.

Anda yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta pasti akrab dengan hidangan bakmi jawa. Di kedua wilayah tersebut, hidangan ini begitu melegenda.

Beda dengan hidangan berbahan mi lain, bakmi jawa memiliki cita rasa khas kampung halaman karena bercampur suwiran daging ayam kampung dan manis kecap yang cukup terasa. Tak usah heran, banyak orang kepincut pada sajian khas ini. Konon, mendiang Presiden Soeharto merupakan salah satu penggemar berat bakmi jawa.

Untuk menikmati mi jawa, Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke Jawa Tengah atau Yogyakarta. Di Jakarta pun menu ini bisa ditemui di banyak kedai. Salah satunya adalah Mie Jawa Pak Minto di Stasiun Gondangdia.

Kedai ini mudah ditemukan karena berada di pelataran Stasiun Kereta Api Gondangdia, Jakarta Pusat, tepatnya berada di bawah jalur kereta api. Lokasi persisnya di sisi jalan samping Masjid Cut Mutia. Kedai ini cukup terkenal. Anda jangan malu bertanya pada warga sekitar Gondangdia ketika ragu menemukan tempat ini.

Terselip beberapa potong bakwan jawa

Jangan berharap Anda mendapatkan tempat nyaman di kedai Mi Jawa Pak Minto. Meja dan bangku makanan berada di pelataran stasiun, bersama-sama dengan kedai-kedai lain di sekitarnya. Acara bersantap Anda juga akan terganggu oleh lalu-lalang orang penumpang kereta yang datang dan pergi.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Masakan di kedai ini bisa melupakan ketidaknyamanan tempat ini. Silakan pesan mi jawa khas Pak Minto. Pilihan KONTAN jatuh pada mi jawa goreng daging ayam.

Setelah menanti beberapa saat, sepiring mi beraroma kecap yang khas segera tersaji dalam porsi lumayan besar. Bertabur bawang goreng dan kerupuk, mi ini bercampur suwiran daging ayam dan telur yang diacak. Selain itu juga terselip beberapa potong irisan bakwan goreng. “Di jawa bakwan ini disebut kekehan,” ujar Trianto, salah seorang anak almarhum Pak Minto.

Rasa mi ini mampu menggoyang lidah Anda, penuh aroma bawang putih dan rasa manis. Kalau Anda suka pedas, jangan lupa memesan agar pesanan Anda dibumbui dengan rasa pedas. Campuran telur, daging ayam, dan bakwan menjadikan mi ini punya citarasa berbeda. Daging yang tidak terlalu keras ditambah bakwan goreng yang gurih membuat rasa mi khas Pak Minto serasa tiada duanya.

Bukan cuma ayam

Selain mi jawa goreng daging ayam, kedai ini juga menyediakan mi rebus. Meski kelaziman mi jawa, baik goreng maupun rebus, hanya bercampur suwiran daging ayam, Kedai Pak Minto mencoba mengakomodasi selera pelanggan dengan menawarkan beberapa macam daging sebagai campuran mi. Anda bisa memesan mi rebus daging sapi atau kambing.

Selain mi, Pak Minto juga menawarkan santapan andalan lain, yakni daging cincang sapi. Potongan daging sapi terpisah dari kuah santan. Daging sapi nan empuk bertabur bawang goreng di atasnya. “Mi jawa dan cincang sapi paling banyak dipesan di sini,” ujar Trianto.

Selain kedua menu itu, kedai ini memanjakan pelanggan pecinta daging sapi, ayam, dan kambing. Di kedai ini juga tersedia aneka macam jenis makanan yang disajikan dengan ketiga daging ini seperti sop, nasi goreng, dan gulai.

Untuk urusan minuman, kedai Pak Minto juga menyediakan es campur dan minuman yang biasa ditemukan seperti es jeruk dan es teh manis. Perihal bumbu, Trianto mengaku tak banyak rahasia dalam memasaknya. Yang dia jaga adalah kualitas daging sapi, kambing, dan ayam. Semua daging ini dia dapatkan dari penjual yang sudah sejak lama jadi pemasoknya. Dia mencontohkan, ayam dia beli hidup-hidup. “Untuk memastikan bukan daging ayam tiren (bangkai ayam mati kemarin),” ujar Trianto, putra ke-11 dari 14 bersaudara ini.

Dalam sehari Trianto bisa menghabiskan 30 kilogram (kg) bermacam-macam daging tersebut. Maklum, saban hari rata-rata kedai ini bisa menjual 400-an porsi. Ramai juga, kan?

Sebelum Anda menyambangi kedai ini, harap perhatikan jam operasionalnya. Asal Anda tahu, kedai ini baru buka pada pukul 16.30 sore dan tutup kira-kira pukul 01.00 WIB dini hari. Biasanya kedai ini ramai dikunjungi antara pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Bukan cuma para komuter pulang kerja yang mengunjungi kedai ini, kadang-kadang pembeli berombongan yang datang dari sekitar Jabodetabek juga menyambangi tempat ini. Maklum, selain rasa yang enak, harganya cukup ramah di kantong. Rata-rata seporsi makanan di kedai ini hanya berbanderol Rp 10.000–Rp 15.000.

Langganan Soeharto dan Megawati

Kedai Mie Jawa Pak Minto sudah berdiri sejak tahun 1964. Kedai ini bisa menjadi saksi sejarah Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, yang dibangun pada tahun 1980-an. Dari awal, Pak Minto yang kini sudah almarhum memang memulai bisnisnya di sekitar daerah ini dengan gerobak pikul.

Pelan-pelan bisnis kulinernya terus berkembang sampai akhirnya menyerahkan usahanya ini pada anak-anaknya yang berjumlah 14 orang.

Sekarang, di tangan anak-anaknya, kedai ini berusaha tetap menjaga bumbu yang diwariskan sang ayahanda. Pelan-pelan, kedai ini terus dikenal banyak orang. Mulai dari rakyat biasa, artis, sampai dengan pejabat. Sebut saja almarhum Presiden RI yang kesengsem dengan masakan Pak Minto. “Beberapa kali diundang ke Cendana untuk acara di sana,” ujar Trianto, putra ke-11 almarhum Pak Minto.

Bukan hanya era Orde Baru, di Zaman Reformasi, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri juga sering mengundang Mie Jawa Pak Minto ini ke rumahnya untuk berbagai acara kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Karena semakin dikenal, kedai ini menjadi salah satu pilihan kedai yang masuk festival Kecap Bango. “Juga menjadi duta iklan kecap Bango di televisi,” ujar Trianto.

Walaupun sudah terkenal, putra-putri Pak Minto masih bercita-cita memiliki kedai di luar Stasiun Gondangdia. Trianto mengaku ingin membeli rumah di sekitar Gondangdia untuk lokasi berjualan. Mereka juga ingin agar para pengunjung yang datang bisa merasa nyaman. Sayang, rencana itu belum kesampaian karena belum mendapatkan tempat yang pas. Trianto membidik lokasi di pinggir jalan, tapi tetap tak jauh dari lingkungan stasiun.

Mie Jawa Pak Minto
Stasiun Gondangdia
Telepon (021) 97053339

(Mingguan KONTAN, edisi 7-13 Maret 2011)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru