Dunia fotografi tak pernah kehabisan peminat. Setiap hari bermunculan pehobi baru dunia jeprat-jepret ini. Bukan cuma mahasiswa dan pelajar, lo. Banyak orang kantoran juga menyukai fotografi. Melihat fenomena ini, wajar jika produsen kamera tak bosan merilis produk kamera prosumer baru yang memang khusus membidik kaum fotografer pemula.
Menurut Product Marketing PT Panasonic Indonesia Agung Ariefiandi, kamera prosumer diperuntukkan bagi orang yang sedang belajar menggunakan kamera sebelum memakai kamera tingkat lanjut, yakni digital single lens reflex (DSLR). Karena itu, kualitas dan fitur kamera ini, biasanya, di atas kamera saku, tapi masih di bawah DSLR.
Agung mengakui, dalam dunia fotografi, pada umumnya, posisi kamera prosumer sering dianggap tanggung. Bahkan, keberadaannya kian tergencet oleh kehadiran kamera DSLR untuk pemula. Harga produk ini lebih miring ketimbang DSLR profesional.
Namun, menurut Agung, dibandingkan membeli DSLR, pengguna pemula akan lebih diuntungkan jika memilih kamera prosumer. Alasannya, kamera DSLR untuk pemula cuma memberikan fungsi-fungsi dasar. Dari sisi teknologi, kamera prosumer justru lebih canggih.
Misalnya, baru-baru ini, Panasonic meluncurkan beberapa tipe kamera prosumer seri FZ. Yang paling anyar adalah Panasonic Lumix DMC-FZ40 dan DMC-FZ100. Kedua kamera ini sudah mengusung teknologi pembesaran dengan lensa (optical zoom) hingga 24 kali (24x).
Selama ini, kamera prosumer Panasonic menyumbang 5% dari total angka penjualan kamera Panasonic. Khusus Panasonic Lumix DMC-FZ40 dan FZ100 sudah terjual 200 unit lebih. “Meski sumbangannya tak terlalu besar, pasarnya sebenarnya besar. Apalagi, kini orang mulai menyukai fotografi semakin banyak,” kata Agung.
Produsen kamera Canon beberapa waktu lalu meluncurkan kamera prosumer Powershot SX3 IS. Kamera ini merupakan kamera point and shoot pertama yang dipersenjatai lensa berfitur wide angle dan optical zoom 35x.
Dengan paduan teknologi itu, Asisten Manajer Pemasaran Canon PT Datascrip Sintra Wong bilang, pengguna Powershot SX3IS tak perlu khawatir foto yang diambil menjadi blur atau goyang.
Membidik para traveller
Meski baru tersedia di pasar pada Oktober ini, penjualan kamera ini cukup bagus. Di sejumlah gerai resmi Canon, para konsumen telah memesan produk yang dibanderol sekitar Rp 4 juta per unit ini.
Dengan produk ini, Canon menyasar semua kalangan pecinta fotografi. “Penyuka travelling pasti menyukai jenis kamera ini,” ujar Sintra. Tahun ini, Canon menargetkan penjualan semua jenis kamera mencapai 300.000. Nah, produk kamera pemula bakal menyumbang 50%.
Sementara, Olympus melansir produk kamera prosumer Olympus SP 800-UZ. Kamera ini memiliki optical zoom hingga 30x. “Zoom yang tinggi memungkinkan kita mengambil objek dari jarak sangat jauh,” ujar Sandy Chandra, Manajer Pemasaran PT Olympus Indonesia.
Olympus mematok harga kamera prosumer antara Rp 3 juta-Rp 3,7 juta per unit. Karena cukup mahal untuk ukuran kamera kompak, market share kamera prosumer Olympus hanya sekitar 7%. Tapi, penjualan kamera prosumer Olympus cukup bagus. "Sebulan terjual 400 unit," ungkap Sandy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News