HOME

Berkebun di rumah bisa membantu mengendalikan emosi selama social distancing

Minggu, 29 Maret 2020 | 14:36 WIB   Reporter: Handoyo
Berkebun di rumah bisa membantu mengendalikan emosi selama social distancing

ILUSTRASI. Warga bercocok tanam di Rumah Hidroponik kawasan Rusun Marunda, Jakarta Utara, . Warta Kota/angga bhagya nugraha

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas seperti berkebun bisa menjadi salah satu pilihan alternatif untuk dilakukan selama menjalani social distancing atau physical distancing di rumah. Selain memberikan manfaat, kegiatan tersebut juga dapat menghalau kebosanan karena tidak memiliki aktivitas rutin seperti pekerja yang harus bekerja di rumah, terutama bagi kelompok berisiko tertular seperti usia lanjut dan penderita diabetes.

"Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya menanam pohon di perkarangan rumah, itu bisa membantu mengendalikan emosi selama di social distancing," kata Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan, M.Ph., P.Hd dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (29/3).

Baca Juga: Tokopedia catat ada lonjakan transaksi sejak himbauan work from home diberlakukan

Selain menanam di pekarangan rumah, kegiatan mengasuh cucu juga bisa jadi aktivitas yang menyenangkan menghalau kebosanan di rumah. "Perhatikan cucu juga bisa," katanya.

Kendati demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah kesadaran kita bahwa kakek atau nenek punya kerentanan untuk terjangkit, sedangkan cucu biasanya tahan tetap bisa menjadi carrier bagi orang di sekitarnya. 

Baca Juga: Merck (MERK) menakar dampak wabah virus corona terhadap kinerja perusahaan

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Selama di rumah, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 itu.   


Editor: Handoyo .


Terbaru