KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski masih di masa pandemi covid-19, usaha di sektor energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), dinilai tidak banyak berdampak dan masih berpeluang menjanjikan keuntungan.
Terlebih jumlah kendaraan bermotor di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil wholesales atau dari pabrik ke dealer secara nasional tumbuh 50,79% (yoy) dari 260.932 unit pada periode Januari—Juni 2020 menjadi 393.469 unit pada periode Januari—Juni 2021. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor secara tidak langsung turut memicu kenaikan kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM).
Dari sekian banyak jenis usaha, memiliki gerai SPBU merupakan salah satu pilihan bisnis potensial. Salah satu perusahaan yang menawarkan bisnis SPBU yakni bp. bp menawarkan program kemitraan atau Dealer Owned Dealer Operated (DODO). Dengan mengikuti program kemitraan ini, dapat memiliki aset, membangun, dan berdampingan dengan bp sebagai mitra bisnis jangka panjang untuk mengoperasikan SPBU berkualitas dunia.
Ini merupakan suatu peluang bagi para pebisnis yang tertarik untuk mendapatkan imbal hasil jangka panjang. Terutama di daerah pengembangan SPBU bp yakni di Jabodetabek dan Surabaya.
Terlebih jumlah kendaraan di Jakarta merupakan salah satu yang terbanyak di pulau Jawa. Dilansir dari Jakarta.bps.go.id, jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta pada 2020 mencapai 20.221.821 unit. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari motor, mobil penumpang, bus, dan truk yang teregistrasi. Secara tidak langsung, peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut memicu kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terus menunjukkan pergerakkan yang semakin progresif di triwulan kedua tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mampu melesat hingga 7,05 persen (y-o-y).
Perkembangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Jatim terus bangkit dan mengalami perbaikan. Peningkatan daya beli dan konsumsi masyarakat terutama di Surabaya diprediksi akan mengikuti laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Tentunya, SPBU bp tersebut terletak pada lokasi-lokasi strategis serta didukung oleh tim bp, sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal untuk pertumbuhan bisnis Anda.
Pemilik SPBU bp akan mendapatkan sumber penghasilan utama dari margin per liter yang berbeda dari setiap produk bahan bakar yang dijual. Penerapan konsep konsinyasi membuat arus perputaran uang yang berimbang bagi dealer SPBU bp. Saat ini, SPBU bp menyediakan empat jenis produk BBM untuk dipasarkan, yakni bp 90, bp 92, bp 95, dan bp diesel.
Sebagai informasi, BBM dari bp memiliki teknologi ACTIVE yang dirancang khusus untuk membantu melindungi mesin kendaraan dari penumpukan kotoran. Dengan begitu, performa kendaraan tetap terjaga.
Tidak hanya menyediakan suplai BBM, bp akan memberikan peralatan penunjang SPBU, pendampingan pemasaran, branding dan training. Setiap mitra akan berpeluang untuk mendapatkan sumber penghasilan lain dengan konsep pusat layanan alias one stop service yang menyediakan beragam produk untuk kendaraan bermotor juga kebutuhan masyarakat.
Misalnya dengan menyediakan layanan convenience store, kedai kopi, dan quick service restaurant. Konsep ini menghadirkan pengalaman baru, sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang tidak hanya datang ke outlet untuk berbelanja. Masyarakat bisa datang ke SPBU untuk mengisi BBM, sekaligus bercengkrama dengan kerabat bahkan bekerja dengan nyaman di SPBU bp.
Adapun bp juga berupaya menghadirkan proses kerja sama yang mudah dan transparan. Tidak ada biaya tambahan yang harus dibayarkan calon mitra di awal. Analisa lokasi serta perhitungan investasi dilakukan bp secara terbuka dengan melibatkan calon mitra.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program kemitraan bp, Anda dapat langsung kunjungi laman https://www.bp.com/id_id/indonesia/home/produk-dan-layanan/spbu/bermitralah-dengan-kami.html.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News