HOME

CLIMB Indonesia rasakan dampak pandemi Covid-19

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:35 WIB   Reporter: Ramadhan Sultan
CLIMB Indonesia rasakan dampak pandemi Covid-19

ILUSTRASI. Wisatawan mendaki gunung.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi covid-19 membuat aktivitas di luar rumah seperti olahraga dan travelling sangat terbatas. Sebagai adventure provider atau penyedia petualang, CLIMB Indonesia pun merasakan dampaknya.

Managing Director CLIMB Indonesia, Taufan Hidayat menjelaskan, industri pariwisata khususnya pendakian gunung salah satunya mengalami dampak yang sangat berat di masa pandemi covid-19 . 

Sejak bulan Maret 2020-Agustus 2020 destinasi pendakian gunung di Indonesia dan Taman Nasional sudah ditutup untuk kegiatan pendakian. “CLIMB Indonesia baru bisa mulai beroperasi lagi bulan Agustus 2020,” ucap Taufan saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/6).

Taufan melanjutkan, Bulan Agustus 2020 permintaan (demand) market biasanya melakukan trip 3 hari, 4 hari, 5 hari ataupun ekspedisi 2 minggu. CLIMB Indonesia juga membuat program namanya Day Trip Adventure yaitu petualangan satu hari. Program ini disambut dengan baik oleh klien-klien regular CLIMB Indonesia.

Baca Juga: Wanita Hong Kong pecahkan rekor tercepat mendaki Gunung Everest, ini catatan waktunya

CLIMB Indonesia dari bulan Agustus hingga Desember 2020 banyak menjual yang paket Day Trip Adventure. “Pada saat itu masyarakat belum percaya diri, belum percaya (confidence) untuk 2 hari atau 3 hari di alam terbuka dan berfikir di tenda aman atau tidak serta bagaimana protokol kesehatannya,” kata Taufan.

Taufan melanjutkan, prospek bisnis CLIMB ke depan belum yakin akan pulih dalam waktu dekat diketahui kasus aktif covid-19 yang masih meningkat. Meningkatnya angka kasus covid-19 berdampak untuk beberapa trip CLIMB yang minta di reschedule.

Lebih lanjut, pendapatan CLIMB menurun drastis. CLIMB dari bulan Maret 2020-Agustus 2020 tidak beroperasi sama sekali, operasi trip CLIMB biasanya ada yang 1 minggu atau 2 minggu kemudian digantikan oleh trip 1 hari saja. “Jadi jauh penurunannya, untuk pendapatan berapa persen CLIMB tidak bisa memberikan informasinya karena itu internal CLIMB,” jelas Taufan.

Selanjutnya: 3 Tempat Wisata Alam di Bali yang Tersembunyi

 

Editor: Handoyo .
Terbaru