Dari 700 aksara daerah di nusantara, baru tujuh aksara yang terdigitalisasi

Minggu, 13 Desember 2020 | 22:46 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Dari 700 aksara daerah di nusantara, baru tujuh aksara yang terdigitalisasi

ILUSTRASI. digitalisasi aksara daerah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Digitalisasi merambah segala sektor, termasuk aksara daerah. Maka, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau Pandi terus berupaya melakukan digitalisasi aksara nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN). Dengan begitu masyarakat bisa menggunakan aksara digital tersebut di internet. 

Yudho Giri Sucahyo, Ketua Pandi mengatakan, untuk mendukung upaya tersebut Pandi meluncurkan   program khusus bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara. IDN adalah nama domain untuk bahasa atau aksara lokal di setiap wilayah atau negara. Nama domain ini tergolong istimewa, karena tidak menggunakan huruf latin yang merupakan kode American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

"Ini merupakan perjuangan panjang kita punya 718 aksara daerah dan sekarang di Unicode hanya tujuh yang  sudah terdigitasi," ujar Yudho Giri, Sabtu (12/11). Ia mengilustrasikan, jika digitalisasi satu aksara atau bahasa membutuhkan waktu setahun, maka seluruhnya bisa memakan waktu 700 tahun. 

Salah satu strategi mungkin adalkah melakukan digitalisasi aksara atau bahasa yang hampir penuh. Ini merupakan PR bersama. 

Editor: Ahmad Febrian
Terbaru