Tokoh

Demam gowes, Nugie: Infrastruktur jalur sepeda di Jakarta tidak mumpuni

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:01 WIB   Reporter: Jane Aprilyani
Demam gowes, Nugie: Infrastruktur jalur sepeda di Jakarta tidak mumpuni

ILUSTRASI. Nugie artis


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bersepeda sejak tahun 1980-an, membuat Agustinus Gusti Nugroho, atau yang akrab disapa Nugie jadi ketagihan. Lihat saja, sejak duduk di bangku sekolah hingga kini memiliki anak, bersepeda adalah kegiatan yang tak pernah terlewatkan baginya. Koleksi sepedanya pun tak sedikit, mulai dari Brompton, Fixie, Mount Bike dimilikinya.

Penyanyi berusia 49 tahun ini merasakan tubuhnya menjadi lebih bugar dan sehat ketika menggowes sepeda. Apalagi di tengah pandemi corona seperti sekarang, Nugie mengaku mewajibkan kegiatan olahraga yang satu ini dilakukan setiap hari.

“Enggak tentu jarak tempuhnya kalau naik sepeda. Yang jelas bisa keliling Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi,” ujar Nugie.

Baca Juga: Hore! Sepeda lipat United E-Trifold terbaru sudah beredar, cek dulu harganya di sini

Bicara soal moda transportasi utamanya itu, Nugie mengaku masih sangat banyak kekurangan yang didapat ketika bersepeda. Seperti infrastruktur bagi para pesepeda. Nugie bilang jalur bagi para pesepeda sangat kurang diperhatikan hingga kini.

“Kalau dilihat, sejak dahulu kita tidak punya infrastruktur yang mengacu pada moda transportasi non-mesin,” ungkap adik Katon Bagaskara ini.

Sekalipun ada, jalur pesepeda hanya bisa dihitung jari. Contohnya saja di jalan protokol Sudirman-Thamrin yang menurut Nugie cukup layak untuk dilalui. Namun, itu saja belum cukup bagi ayah dua anak ini.

Dia pun miris ketika melihat jalanan ibukota yang semakin padat dengan pengendara motor dan mobil, hingga meminimalisir jalur pesepeda. “Kalau ditanya sampai saat ini memang infrastruktur khususnya jalur sepeda masih tidak mumpuni,” kata penabuh drum The Dance Company ini kepada Kontan.co.id, Selasa (14/7).

Tak hanya jalur untuk pesepeda, area parkir sepeda pun sangat jarang ditemukan Nugie. Padahal, dirinya mengaku membutuhkan tempat yang aman dan nyaman untuk menaruh sepedanya.

Baca Juga: Bergaya klasik, harga sepeda lipat London Taxi hemat di kantong

“Kasus yang terjadi saat ini, pesepeda semakin banyak namun infrastruktur sepeda belum siap. Seharusnya Pemerintah menanggapi ya,” sebutnya.

Ya, meskipun tak berharap banyak dan terbiasa dengan kondisi yang ada, namun tetap saja ia menginginkan perhatian khusus yang diberikan bagi pesepeda. Nugie berpendapat kalaupun jalur pesepeda akan disediakan, Pemerintah dan pihak berwenang bisa turut menjaga kenyamanan publik. Sebab, kata ayah dua anak ini, sayang sekali bila bujet infrastruktur untuk pesepeda disia-siakan.

“Seperti tahun 2005 sempat ada jalur sepeda di Jakarta Selatan. Tetapi karena tidak diawasi jadi tempat parkir juga,” tandasnya.

Untuk itu, Nugie berpesan agar semua pihak saling berkontribusi. Baik itu pesepeda dan pengendara kendaraan lain, Nugie berharap sopan santunnya dalam berkendara. Begitu pun pemerintah dan pihak berwenang yang mengatur kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru