HOME

Faktor Penting dalam Bermeditasi saat WFH di Masa Pandemi

Senin, 12 Juli 2021 | 11:00 WIB   Reporter: Raissa Yulianti
Faktor Penting dalam Bermeditasi saat WFH di Masa Pandemi

KONTAN.CO.ID - Meditasi kini menjadi salah satu cara paling ampuh untuk menjaga kewarasan di masa pandemi. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukan meditasi dengan berbagai alasan, dari mulai gelisah hingga mengantuk tiba-tiba. Terlebih bagi para pekerja yang terpaksa harus WFH

Para pekerja yang WFH terkadang tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan meditasi. Namun sebetulnya, meditasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, dengan durasi berapapun, asalkan rutin.

Berikut kami rangkum dari Healthline meditasi bagaimana yang sebaiknya Moms lakukan sebagai pekerja Work From Home, selengkapnya!

Baca Juga: Karier Kim Seon Ho, Aktor Korea yang akan Berperan pada Drama “Hometown Cha-Cha-Cha”

Durasi vs Frekuensi, mana yang lebih efektif?

Menurut Healthline, jika Moms melakukan meditasi selama 13 menit secara reguler setiap harinya, maka Moms akan mendapatkan ketenangan batin dan pikiran.

Namun, jika Moms bermeditasi 13 menit dalam jangka waktu sebulan sekali, maka manfaat yang akan didapatkan tidak semaksimal Moms melakukan meditasi 5 menit dengan durasi setiap hari.

Ini artinya, seberapa lama durasi Moms bermeditasi tidak akan efektif apabila hanya dilakukan sesekali saja. 

Lakukanlah meditasi sesering mungkin. Bahkan jika Moms hanya punya waktu 3 menit pun, asalkan dilakukan setiap hari, maka manfaatnya akan diperoleh semaksimal ketika Moms bermeditasi selama 13 menit setiap harinya.

Hal ini disebabkan karena dalam bermeditasi, faktor penting yang memengaruhinya berasal dari:

1. Kerealistisan

Jika Moms adalah seorang pekerja WFH yang kini sibuk mengurusi anak sambil bekerja di rumah dan merasa tidak realistis untuk melakukan meditasi 13 menit, maka lakukanlah yang 3 menit saja. 

Meditasi yang baik adalah meditasi yang dilakukan regular, bukan bergantung pada seberapa lama waktu/durasi.

2. Kepraktisan

Meditasi adalah soal ketenangan batin & pikiran. Jika Moms sulit bermeditasi diam karena gelisah atau malah jadi mengantuk, Moms bisa bermeditasi dengan berjalan kaki.

Cukup berjalan kaki di sekitar rumah atau sambil melihat-lihat tanaman dan menikmatinya, maka Moms sudah mendapatkan manfaat dari meditasi tersebut.

3. Mudah ditiru

Selalu sesuaikan berbagai meditasi yang bisa dilakukan dengan apa saja kegiatan dan rutinitas harian kita. Hal ini akan membuat meditasi menjadi lebih efektif untuk ditiru.

Jangan lakukan meditasi yang hanya akan membuatmu semakin gelisah karena ketidakcocokan waktu.

Baca Juga: Formasi CPNS & PPPK Kemenag 2021 Telah Dibuka, Apa Saja Syaratnya?

4. Membuat nyaman

Sekali lagi, lakukanlah meditasi yang mampu membuat dirimu nyaman. Meditasi itu sendiri gunanya adalah membuat pikiran & batin menjadi tenang. Namun jika meditasi tersebut membuat diri menjadi gelisah, lebih baik jangan lakukan meditasi tersebut. Moms bisa melakukan meditasi dengan cara lain seperti bernapas perlahan, berjalan kaki, menikmati makan siang tanpa gangguan dari hal lain, dll.

Jadi kesimpulannya, jika Moms ingin melakukan meditasi, maka lakukanlah meditasi yang paling sesuai dengan diri sendiri. Jangan terlalu terpaku pada aturan.

Pada akhirnya, formula ampuh untuk bisa mendapatkan manfaat dari bermeditasi adalah dari:

  • Seberapa besar Moms menyukai/enjoy kegiatan tersebut?
  • Frekuensi atau seberapa sering melakukan kegiatan meditasi?
  • Durasi atau waktu dalam melakukannya.

Ketiga hal di atas mampu mengoptimalkan benefit apa yang akan Moms peroleh ketika melakukan meditasi.

Selanjutnya: Telemedicine dan Obat untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Wilayah DKI Jakarta

 

Editor: Raissa Yulianti
Terbaru