Sebagai sebuah teknologi yang baru berkembang, penggunaan perangkat teleconference harus memperhatikan beberapa hal agar memberikan hasil yang maksimal. Karena itu, sebelum membeli atau memakai alat teleconference tak ada salahnya Anda mempelajari beberapa tip penggunaannya.
Misalnya, kualitas suara harus menjadi perhatian utama rapat yang menggunakan peranti teleconference. Rapat tentunya tidak akan berhasil jika suara dalam jaringan telepon terdengar tidak jernih, bahkan berisik.
Kendala utama dalam komunikasi ini umumnya adalah suara yang dipantulkan kembali dan terasa mengganggu lantaran terdengar menggema. "Biasanya, suara dari penelpon jarak jauh akan memantul dan menimbulkan noise," kata Ignatius Suryo, Dirktur PT Lintas Data Indonesia. Suara yang memantul atau bergema ini dikenal dengan sebutan echo, yang biasanya mengganggu rapat.
Karena itu, penanganan echo yang terdengar dari perangkat teleconference menjadi sangat penting agar rapat berlangsung dengan baik. Produk ClearOne, misalnya, menawarkan teknologi Automatic Echo Cancelling.
Teknologi ini nantinya akan memantulkan echo yang ditangkap oleh alat teleconference, sehingga suara echo langsung diputus dan tidak mengganggu rapat.
Umumnya, alat teleconference bisa disambungkan dengan jaringan telepon biasa. Jika memilih teleconference yang dilengkapi dengan video, jaringan dari penyelenggara telekomunikasi berjaringan 3G akan lebih baik.
Selain masalah suara, perhatikan pula soal instalasi pemasangan alat teleconference. Jangan sampai alat teleconference mengganggu keindahan ruang rapat lantaran aneka kabel yang terjurai dengan kabel telepon.
Maklum, alat ini bisa dipasang di sejumlah meja yang Anda kehendaki sesuai kebutuhan. Lintas Data, misalnya, memiliki tiga seri Teleconference ClearOne: ClearOne Chat, ClearOne Max, dan paket Rav yang sudah dilengkapi dengan dua unit microphone atau tiga unit plus wall ceiling speaker untuk perangkat sound system. Rapat di ruangan besar dengan peserta lebih dari tiga biasanya memerlukan alat yang sudah dikostumasi seperti ini.
Pemilik usaha Phone Lines di Jakarta, Ilham Ramadhan mengatakan, saat ini, kualitas suara peralatan teleconference untuk audio video conference semakin bagus. Pasalnya, peranti teleconference sudah mengadopsi teknologi high definition (HD).
Kualitas suara juga didukung teknologi noise reduction yang bisa meminimalkan gangguan-gangguan di luar suara percakapan. Pasalnya, penangkap suara lebih peka. "Tidak ada kualitas suara yang dikorbankan," terang Ilham.
Tingkat kecepatan penerimaan suara pun bisa diatur. Sebab, ada teknologi real time slow talk. Dengan fitur ini, dijamin rapat tak akan molor hanya karena kebiasaan peserta yang saling meminta pendapat yang disampaikan diulang lantaran terlalu cepat disampaikan.
Bahkan, hasil rekaman pun makin fleksibel karena bisa dipindahkah ke personal computer (PC). Jadi, rekaman hasil rapat bisa dibagikan ke pihak-pihak lain yang diperlukan. "Kalau teleconference model lama kan hasil rekaman hanya bisa didengar lewat teleconference itu sendiri," kata Ilham.
Menurut Dian Anggraini, Channel Sales Manager PT Station System Indonesia, distributor resmi teleconference Polycom, produk Polycom juga memiliki keunggulan dalam kualitas suara yang dihasilkan.
Dua model teleconference Polycom, yakni yang berbasis internet protocol (IP) dan analog memiliki kualitas suara yang jernih dan jelas. "Microphone Polycom termasuk sensitif sampai jarak 3 meter," klaim Dian.
Pengguna juga semakin mudah memakai alat ini karena tidak ada ketentuan sudut yang mengatur diskusi dengan lawan bicara.
(Harian KONTAN, 7 Maret 2011)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News