HOME

Gandeng 200 penjahit bikin masker, Perempuan Tangguh Indonesia giat kampanye masker

Rabu, 06 Mei 2020 | 17:33 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Gandeng 200 penjahit bikin masker, Perempuan Tangguh Indonesia giat kampanye masker

Kampanye Masker Perempuan Tangguh Indonesia

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Menyebut diri sebagai Perempuan Tangguh Indonesia, kelompok masyarakat ini  kembali merilis kembali program mereka: Kampanye Penggunaan Masker.

Lisa Zen Purba, Koordinator Kampanye Masker Perempuan Tangguh Indonesia, Rabu 5/6) dalam rilis mengatakan,  kampanye penggunaan masker tak hanya menganjurkan ke masyarakat untuk selalu menggunakan masker, tapi “Kami juga juga  membantu menopang perekonomian rakyat dengan memfasilitasi UKM di berbagai kota untuk memproduksi masker secara massif,” ujar Lisa Zeim.

Masker yang diproduksi akan dipasarkan dengan konsep solidaritas sosial.  Artinya anggota perempuan tangguh Indonesia yang mampu akan membeli masker dan mendonasikan ke masyakarat kurang mampu. 

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Tenaga Kerja RI, pandemi Covid-19 ini telah membuat 2,8 juta pekerja kehilangan pekerjaannya.
 Krisis PHK tertinggi pada industri padat karya seperti pariwisata dan industri manufaktur lainnya terutama industri pakaian jadi (garmen).

“Riset kami menunjukkan lebih dari 75% pekerja garmen adalah perempuan, yang dirumahkan atau di PHK tanpa kompensasi yang cukup, sehingga jutaan pekerja yang kehilangan pekerjaan ini terancam rawan pangan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan memberikan order pembuatan masker, mereka dapat menyambung hidup sampai situasi perekonomian memungkinkan kembali.
Sejauh ini, PTI telah bekerja sama dengan  26 konveksi rumahan yang melibatkan 200 perempuan penjahit di Jakarta, Bandung Raya, Bogor, Tasikmalaya dan Garut.

“Jawa Barat menjadi pilihan utama, karena selain provinsi dengan populasi dan jumlah tenaga kerja terbesar, tingkat pengangguran juga sangat tinggi, tetapi juga karena merupakan salah satu pusat industri garment di Indonesia,” imbuh  Myra Winarko, Koordinator Umum Perempuan Tangguh Indonesia.

Dalam waktu dekat, PTI juga akan melakukan  program kampanye untuk mendesak pemilik brand atau buyer internasional terutama produk garmen (seperti H&M, Zara, GAP, dan banyak lainnya) agar tidak serta merta mencabut dan membatalkan seluruh order terhadap pabrik-pabrik subkontrak mereka di Indonesia. 

PTI juga  berencana untuk terus memperbesar produksi masker dengan melibatkan semakin banyak UKM, dengan memperluas pemasaran dan gerakan solidaritas sosial melalui Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora).

Berbagai tokoh publik -antara lain Yenny Wahid, Chelsea Islan, Tompi, Prof. Hikmahanto Juwana S.H.,LL.M.,Ph.D., Kompol Vivick Tjakung, Yanti Airlangga,Ivanka Slank, Once Mekel, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ivana Lie, Liliana Tanoesoedibjo, Jacklyn Choppers, Iis Sugianto, Prof.Dr.dr. Sarma Lumbanraja SPOg, AKBP Buddy Towoliu, Bens Leo, Rudy Choirudin, Lilo KLA Project telah berpartisipasi di dalam gerakan kampanye pemakaian masker yang telah sejak bulan Maret lalu.

 


Editor: Titis Nurdiana


Terbaru