Gejala Ikan Cupang Stres dan Penyakit, Kenali Gejalanya!

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:00 WIB Sumber: WikiHow
Gejala Ikan Cupang Stres dan Penyakit, Kenali Gejalanya!


KONTAN.CO.ID - Kematian mendadak yang terjadi pada ikan cupang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mengganggu kesehatan ikan cupang. Misalnya seperti stres, akuarium tidak terawat, atau menderita suatu infeksi penyakit.

Sebelum akhirnya mati, ikan cupang biasanya akan memberikan beberapa tanda-tanda yang ditunjukkan bahwa dia sedang sekarat. Misalnya ketika ikan cupang sedang stres. Ikan akan menunjukkan respon gerakan tubuh yang lesu dan kehilangan selera makan. Tanda-tanda lainnya, ikan cupang agar bergerak melambat. Bahkan cenderung berenang di bawah akuarium saja dan banyak berdiam. Stres pada ikan cupang dapat dipicu oleh kadar air dan oksigen yang tidak ideal, serta nutrisi makanan yang tidak tepat.

Selain stres, kematian ikan cupang juga dapat disebabkan oleh penyakit. Tanda-tanda ini dapat dilihat dari fisik ikan cupang. Dilansir dari Wikihow, ketika seekor cupang terserang penyakit, warnanya akan terlihat pudar. Bahkan, warnanya bisa hilang.

Selain itu, sirip ikan juga tampak robek dan berlubang. Ikan akan menguncupkan sirip ke bawah sebagai tanda mereka tidak dapat menggerakan siripnya. Ikan cupang yang sakit juga menunjukkan tanda munculnya bercak putih di bagian sisik kepala dan mulut. Bercak putih ini merupakan tanda serangan parasit tertentu yang disebut dengan ich.

Gejala fisik lainnya, mata ikan cupang tampak membengkak, seperti menonjol keluar dari kepalanya. Adapun insang ikan tidak mampu menutup rapat karena mengalami pembengkakan oleh suatu penyakit. Sama seperti ketika sedang stres, ikan yang sakit juga akan kehilangan nafsu makan dan cenderung berada di dasar akuarium.

Apakah Hal Ini Masih Bisa Diatasi?

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Air Akuarium Bau Busuk

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada ikan cupang, Anda masih memiliki harapan untuk mengatasinya. Pertama-tama, kenali gejala penyakit yang dialami ikan. Ini akan membantu Anda untuk menentukan hal apa yang harus segera dilakukan.

Anda dapat menghentikan pemberian makan selama beberapa hari untuk memberi waktu ikan mencerna dan mengeluarkan kotoran lewat sistem tubuhnya. Setelah beberapa hari kondisi ikan membaik, berilah makanan hidup seperti ikan kecil atau cacing darah. Berikan secukupnya sebanyak dua hari sekali.

Untuk mengatasi infeksi jamur dan pembusukan sirip, langkah pertama yang dilakukan adalah mengganti air. Anda juga perlu membersihkan akuarium sebelum mengisinya kembali. Pemberian obat khusus untuk ikan cupang juga dianjurkan. Anda dapat membelinya di toko perlengkapan ikan hias atau sesuai saran dokter hewan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anggi Miftasha

Terbaru