Helicopter parenting: Pengertian, dampaknya bagi anak, dan cara mengatasinya

Senin, 05 April 2021 | 16:44 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Helicopter parenting: Pengertian, dampaknya bagi anak, dan cara mengatasinya

ILUSTRASI. Helicopter parenting: Pengertian, dampaknya bagi anak, dan cara mengatasinya.

KONTAN.CO.ID -  Ada banyak jenis pengasuhan anak yang sering ditemui di masyarakat salah satunya adalah helicopter parenting. 

Helicopter parenting, menurut Parents.com, adalah jenis pola asuh dimana orang tua terlalu fokus pada anak mereka. 

Orang tua yang memakai pola asuh ini cenderung terlalu terlibat pada kehidupan anak. 

Anak tidak dibiarkan untuk mengambil keputusan sendiri karena orang tua takut anak akan mengambil pilihan yang salah. 

Orang tua sering kali mengoreksi tindakan dan pilihan anak sehingga mereka tidak memiliki pengalaman dan waktu untuk mengembangkan diri secara mandiri. 

Baca Juga: ASI tidak berwarna putih? Jangan panik, ini arti dari warna ASI yang beragam

Dampak buruk helicopter parents

Dampak dari pola asuh helicopter parents mempengaruhi kesehatan mental anak saat mereka beranjak dewasa. 

Menurut Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dampak buruk dari helicopter parenting diantaranya:

1. Menurunkan rasa percaya diri
2. Ketidakmampuan menghindari masalah
3. Menghambat ide dan kreativitas anak
4. Membuat anak merasa istimewa sehingga cenderung angkuh. 
5. Anak menjadi ragu-ragu dan kurang mampu saat mencoba hal baru, memprediksi, menganalisa, dan mengambil keputusan. 
6. Kurang gigih dan mudah menyerah. 
7. Life skill tidak terasah dengan baik. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by PAUD Kemdikbud (@paudpedia)

 

Menghindari sikap orang tua helicopter

Agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan sukses, sebagai orang tua Anda perlu memperhatikan pola asuh. 

Direktorat PAUD juga memberikan tips agar orang tua bisa menghindari pola asuh helicoper parenting

Berikut rangkuman tips cara menghindari sikap orang tua helicopter dari Direktorat PAUD. 

1. Saat anak mengalami kesulitan, Anda cukup memberikan bantuan secukupnya. Ajak buah hati untuk berdiskusi dan dorong mereka untuk mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi. 

2. Coba kendalikan rasa khawatir yang berlebihan. Khawatir pada anak tentu boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai membatasi kegiatan mereka. Redam rasa khawatir Anda dan yakin jika buah hati akan baik-baik saja. 

3. Biarkan akan melakukan kegiatan sendiri namun tetap Anda awasi dengan baik. Dengan cara ini, anak bisa lebih mandiri dan mengerti tanggung jawabnya masing-masing. 

4. Hargai keputusan dan usaha anak dalam berbagai hal. Jika memang dirasa kurang baik, coba arahkan dengan memberikan alasan-alasan yang masuk akal. 

Selanjutnya: Daftar lengkap UMR Jawa Tengah tahun 2021, Kota Semarang paling tinggi

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru