KONTAN.CO.ID - Dua pemain asing Hyundai E&C, Megawati Hangestri Pertiwi (Mega) dari Indonesia dan Jordan Wilson dari Amerika Serikat (AS) menjalani pertandingan resmi pertama mereka di turnamen bola voli profesional Korea Selatan, Yeosu-NH Nonghyup Cup atau KOVO 2026.
Namun, debut keduanya belum berbuah kemenangan bagi Hyundai E&C.
Mengutip laporan media Korea Selatan dari laman Naver Rabu (14/10/2026), Hyundai E&C menghadapi Korea Expressway Corporation Hi-Pass pada laga perdana Grup B kategori putri di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Provinsi Jeolla Selatan, pada 14 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Hyundai E&C kalah dengan skor 0-3.
Baca Juga: Debut! Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai E&C Kalah 0-3 dari Hi-Pass di Piala KOVO
Mega menyumbangkan 14 poin dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35%. Sementara itu, Jordan Wilson menjadi pencetak poin terbanyak Hyundai E&C dengan 15 poin dan tingkat keberhasilan serangan 34,15%.
Meski kedua pemain menunjukkan kontribusi dalam serangan, Hyundai E&C belum mampu mengimbangi permainan Hi-Pass.
Pelatih Hyundai E&C Kang Seong-hyeong menilai performa serangan Mega dan Jordan cukup baik, tetapi sejumlah persoalan dalam permainan tim masih terlihat.
“Serangan Mega dan Jordan cukup baik. Namun, pertandingan ini memperlihatkan masalah-masalah yang sebelumnya kami khawatirkan,” ujar Kang setelah pertandingan.
Ia menyoroti banyaknya kesalahan yang dilakukan para pemain serta belum terbangunnya koordinasi antara setter Kim Da-in dengan Mega dan Jordan.
“Kesalahan yang dilakukan cukup banyak, dan Kim Da-in, Mega, serta Jordan masih belum menemukan kecocokan. Lawan juga bermain lebih baik, baik dalam menyerang maupun bertahan,” kata Kang.
Hyundai E&C tercatat melakukan 17 kesalahan sepanjang pertandingan, hampir dua kali lipat dari Hi-Pass yang hanya melakukan sembilan kesalahan. Selain itu, efektivitas blok dari pemain tengah Hyundai E&C juga belum sesuai harapan.
Kang menjelaskan, perubahan komposisi pemain tengah dibandingkan musim lalu turut memengaruhi karakter permainan Hyundai E&C.
Karena itu, para pemain perlu segera beradaptasi dengan pola permainan baru, terutama menjelang dimulainya kompetisi reguler.
Baca Juga: Penantian Panjang Berakhir, Game Naruto Mobile Siap Meluncur dalam Versi Global
“Perubahan pemain tengah membuat gaya permainan tim berubah cukup signifikan. Bukan hanya untuk turnamen ini, tetapi juga untuk awal musim reguler. Kuncinya adalah seberapa cepat para pemain bisa beradaptasi dengan karakter tim yang baru,” ujarnya.
Hyundai E&C selanjutnya akan menghadapi GS Caltex pada 16 Oktober 2026 dalam pertandingan terakhir fase grup. Laga tersebut menjadi penentu peluang kedua tim untuk finis di posisi kedua Grup B dan melaju ke semifinal.
GS Caltex juga telah menelan satu kekalahan. Dengan demikian, pertandingan melawan Hyundai E&C menjadi krusial bagi kedua tim untuk memperebutkan tiket ke babak empat besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News