Ingin daftar soshum? Simak dulu 20 prodi soshum terketat di SNMPTN 2020 ini

Selasa, 02 Februari 2021 | 11:54 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Ingin daftar soshum? Simak dulu 20 prodi soshum terketat di SNMPTN 2020 ini

ILUSTRASI. Ingin daftar soshum? Simak dulu 20 prodi soshum terketat di SNMPTN 2020 ini. Foto: Kampus UNJ.

KONTAN.CO.ID - Pendaftaran SNMPTN 2021 akan segera dibuka. Bagi siswa yang bisa mengikuti jalur ini, bisa segera mempersiapkan diri dengan mencari informasi tentang SNMPTN tahun lalu.  

Melansir laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), siswa bisa memilih antara program jurusan (prodi) Sains dan Teknologi (Saintek) atau Sosial Humaniora (Soshum).

Perlu diingat, jika peserta dinyatakan lulus SNMPTN, dia tidak diperbolehkan lagi mendaftar UTBK-SBMPTN 2021. 

Selain tidak bisa mengikuti UTBK, siswa yang lulus SNMPTN 2021 juga tidak bisa mendaftar sekolah kedinasan seperti STAN. 

"Karena kedinasan sudah meminta data dari LTMPT, dan di dalam sistem juga tidak memungkinkan mereka (peserta SNMPTN) yang sudah diterima mengikuti tes lagi, tentu berakibat tidak ada nilai UTBK yang bisa dikirimkan untuk yang bersangkutan ke sekolah kedinasan," terang Prof. Nasih, Ketua LTMPT, pada peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021 (4/1/2021). 

Karenanya peserta seleksi SNMPTN tahun ini dihimbau untuk hati-hati dalam memilih jurusan kuliah dan universitas. 

Baca Juga: Bingung pilih D4 atau S1? Simak dulu penjelasan seputar D4 dan S1 ini

Prodi soshum terketat SNMPTN 2020

Data prodi terketat di SNMPTN tahun lalu bisa menjadi bahan pertimbangan siswa dalam memilih jurusan kuliah. Merangkum data dari LTMPT, berikut daftar prodi soshum dengan ketetatan tertinggi di SNMPTN 2020:

1. Manajemen Universitas Negeri Jakarta 0,94 persen.
2. Manajemen Universitas Padjadjaran 1,31 persen.
3. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta 1,33 persen.
4. PGSD Universitas Sriwijaya 1,34 persen.
5. Ilmu Komunikasi Universitas Padjadajaran 1,42 persen.
6. Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia 1,63 persen.
7. Akuntansi Universitas Negeri Jakarta 1,63 persen.

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru