HOME

Ini platform media sosial yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2019 | 09:32 WIB   Reporter: Amalia Fitri
Ini platform media sosial yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia

Dentsu Aegis Network memaparkan mayoritas masyarakat Indonesia berinteraksi secara digital di sosial media

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dentsu Aegis Network memaparkan mayoritas masyarakat Indonesia berinteraksi secara digital di sosial media.

Menurut Group Digital Director Dentsu Aegis Network Indonesia, Grace Amelia, ada empat platform yang menjadi acuan, yaitu Youtube, Facebook, Google Search, sampai Instagram. Bahkan menurutnya Youtube sudah mulai menggeser dominasi Facebook dalam hal digunakan publik mencari sesuatu secara online.

"Facebook sendiri digunakan sebagai platform untuk bercerita atau story telling. Sementara platform populer lain seperti Instagram yang memiliki pengguna 71 juta, digunakan biasanya digunakan sebagai platform untuk inspirasi sehari-hari atau daily inspiration," jelas Grace Rabu (16/10).

Baca Juga: Perusahaan Erick Thohir Borong Saham Ini 2,6 Kali Lipat di atas Harga Pasar

Grace menambahkan, Instagram juga termasuk platform yang bisa menarik perhatian karena adanya fitur Story yang dianggap inovatif. Kehadiran fitur mirip Snapchat tersebut membuat pengguna kini lebih sering konsumsi Story dibanding fitur Feed.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, fitur full screen dalam smartphone menjadi alasan utama pengguna bisa melihat konten dengan lebih luas.

Kedua, karena sifatnya yang hanya bertahan 24 jam, sehingga seseorang tidak mau ketinggalan informasi karena keberadaannya yang singkat. Hal ini juga yang kemudian mendorong tingginya perubahan tren dalam sekejap, yang berimbas pada perubahan kultur di publik.

Baca Juga: Saham-saham prospektif di periode ke II pemerintahan Jokowi

Sementara Tri-Founder of Philip Kotler Center for ASEAN Marketing Hermawan Kartajaya, sebagai salah satu inisiator Jakarta CMO Club, menyatakan brand boleh saja mengejar perubahan kultur.

Namun tetap ada faktor lain yang pada akhirnya harus dicapai oleh brand, "Jangan lupa soal penjualan. Semuanya berakhir ke sana," ujarnya.


Editor: Yoyok


Terbaru