Kedai

Irish Coffee Jogja, bisnis rumahan yang cuil peluang di tengah pandemi Covid-19

Selasa, 02 Juni 2020 | 22:15 WIB   Reporter: Benedicta Prima
Irish Coffee Jogja, bisnis rumahan yang cuil peluang di tengah pandemi Covid-19

ILUSTRASI. Irish Coffee Jogja, bisnis rumahan yang cuil peluang di tengah pandemi Covid-19

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kopi dalam beberapa tahun terakhir sangat lekat dalam gaya hidup di beberapa kota besar, termasuk Yogyakarta. Belakangan warung kopi terus bermunculan mulai dari yang bergaya sederhana hingga mewah.

Tingginya minat terhadap kopi juga membuat profesi barista ikut digandrungi. Sayangnya, sejak kasus pertama Covid-19 Maret 2020 lalu hingga saat ini aktivitas perkopian terpaksa berhenti.

Beberapa warung kopi alias coffee shop di Yogyakarta membuka operasional terbatas bahkan menutupnya hingga waktu yang tak dapat ditentukan. Akhirnya barista dan pekerja lainnya pun ikut terdampak.

Baca Juga: Buka kedai kopi, anak Ahok bagi-bagi diskon

Kondisi tersebut membuat tiga pemuda di Yogyakarta, terus berkreasi supaya pendapatan tak ikut seret di tengah kondisi ekonomi yang lesu. Sebut saja William Korinto, Arya Boske, dan Willy Rizky. Ketiga barista yang dirumahkan tersebut akhirnya membuat Irish Coffee dalam kemasan botol plastik berukuran 500 mili liter (ml).

"Irish Coffee lahir sejak April 2020, setelah kami dirumahkan sejak Maret 2020. Kami melihat kopi menjadi life style bahkan kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya anjuran #dirumahaja, kami tetap ingin mewujudkan dan mempermudah kebiasaan orang untuk ngopi. Terutama juga karena banyaknya coffee shop yang tutup," jelas William saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (2/6).

Proses awalnya tentu tak mudah dalam menemukan racikan yang pas dan bisa diterima oleh lidah konsumen luas. Ketiganya merogoh kantong sekitar Rp 500.000  - Rp 700.000 untuk modal awal.

Setelah mereka menemukan rasa yang pas, ketiganya mengandalkan sosial media pribadi dan meminta orang-orang terdekat untuk mencicipi serta memberi testimoni melalui sosial media mereka.

"Berkembang juga menjadi mouth to mouth dari testimoni yang mereka sampaikan. Banyak calon konsumen yang penasaran dengan unggahan kami di sosial media akhirnya membeli dan repeat order," jelasnya.

Baca Juga: Berikut manfaat wedang jahe untuk kesehatan tubuh Anda

Dari hanya membidik pasar di Yogyakarta, akhirnya Irish Coffee memperluas pasarnya dengan memberikan layanan pengiriman ke beberapa wilayah seperti Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang.

Akhirnya, keduanya bisa memiliki omzet sekitar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Ke depan, mereka bertiga berencana untuk terus mengembangkan bisnisnya mulai dari menciptakan inovasi menu lainnya serta mengubah bisnis rumahan mereka menjadi coffee shop sesungguhnya.

Saat ini, konsumen hanya perlu menghubungi sosial media ketiganya atau langsung melalui instagram @irishcoffeejogja

"Kami optimis ini akan menjadi trendsetter, peluang positif akan ada untuk bisnis ini. Tentu harapan kami besar untuk bisnis ini," imbuh William.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru