Otomotif

Jangan biasakan menyetir nyeker, norak dan berbahaya!

Kamis, 21 Mei 2020 | 11:20 WIB Sumber: Kompas.com
Jangan biasakan menyetir nyeker, norak dan berbahaya!

ILUSTRASI. Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota dan Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyetir mobil merupakan kegiatan yang biasa dilakukan. Banyak mobil yang digunakan setiap harinya. Namun ketika menyetir, masih ada yang belum sesuai dengan standar keselamatan, bahkan bisa membahayakan. 

Salah satu kebiasaan yang tidak sesuai standar keselamatan yaitu menyetir tanpa alas kaki alias nyeker. Marcell Kurniawan, Training Director dari The Real Driving Centre (RDC), mengatakan, menyetir wajib menggunakan alas kaki. 

Baca Juga: Hingga April, Daihatsu Xenia terjual lebih dari 5.000 unit

“Menyetir wajib gunakan sepatu atau sandal yang terikat dengan baik, bukan sendal jepit. Hal tersebut dikarenakan saat mengemudi, kaki perlu grip yang baik dengan pedal yang ada,” ucap Marcell kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. 

Kalau grip kaki dengan pedal tidak baik, bisa terjadi selip dan bisa membahayakan. Oleh karena itu, ketika menyetir tidak disarankan untuk telanjang kaki, menggunakan sendal jepit, dan hak tinggi ketika mengemudi. 

“Ketika grip antara kaki dan pedal kurang, nanti selip dan bisa menyebabkan situasi yang berbahaya. Contohnya, seharusnya injak pedal rem, malah terlepas karena kaki yang licin,” kata Marcell.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, mengatakan, ada beberapa bahaya dari menyetir tanpa alas kaki atau nyeker. “Pertama, telapak kaki sebagian orang berkeringat, sehingga sering selip ketika menekan pedal. Kedua, telapak yang sensitif akan terganggu ketika ada kerikil tajam, jadi menekan pedalnya tidak maksimal,” kata Sony kepada Kompas.com. 

Bahaya lainnya ketika nyeker yaitu bisa mencederai jari atau kuku kaki ketika berpindah pedal secara mendadak. Selanjutnya, kondisi karpet yang kotor dari kuman dan bakteri bisa membuat telapak kaki menjadi tidak sehat. 

Baca Juga: Ada corona, Hino berikan perpanjang 6 bulan masa garansi, ini syaratnya

“Bahaya terakhir, ketika nyeker menjadi kurang sigap dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, pengemudi menjadi terlalu santai karena tidak memakai alas kaki,” katanya. 

Selain itu, menyetir menggunakan sepatu bisa mengurangi risiko cedera ketika terjadi kecelakaan. Cedera akan lebih parah jika tidak menggunakan alas kaki, karena tidak terlindungi dengan baik. (Muhammad Fathan Radityasani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Biasakan Menyetir Nyeker, Norak dan Berbahaya!"

 Jangan biasakan menyetir nyeker, norak dan berbahaya!


Editor: Tendi Mahadi


Terbaru