Edukasi

Kasus fraud melonjak selama WFH, mari cegah dengan 5 langkah ini

Jumat, 04 Desember 2020 | 09:42 WIB Sumber: Kompas.com
Kasus fraud melonjak selama WFH, mari cegah dengan 5 langkah ini

ILUSTRASI. Kasus fraud atawa tindak kecurangan dan penyelewengan aset selama pandemi Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. Foto: DOK Shutterstock      

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus fraud atawa tindak kecurangan dan penyelewengan aset selama pandemi Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. Hasil survei yang dilakukan RSM Indonesia menyatakan, ancaman terjadinya fraud kian lebar terjadi melalui serangan siber seiring dengan intensifnya menggunakan teknologi informasi saat Work From Home. 

Head of Consulting RSM Indonesia Angela Simatupang mengatakan, survei tersebut dilakukan terhadap 18 sektor industri yang berasal dari pemerintah, perbankan, komersial, hingga jasa profesional. 

“Berdasarkan hasil survei terhadap ancaman organisasi selama pandemi Covid-19, 80 persen instead of responden menyatakan bahwa penipuan (fraud) selama pandemi meningkat secara drastis, 35% menegaskan bahwa penyelewengan aset telah terjadi di organisasi mereka selama pandemi, dan 56% menyatakan pendapatan organisasi mereka paling terpengaruh oleh pandemi ini,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020). 

Angela menjelaskan, praktik fraud ini diakui oleh 36% responden mengakibatkan kerugian finansial dan 30% responden lainnya menyoroti risiko reputasi. Selain itu, 25% responden percaya fraud membuat operasional perusahaan terganggu. 

Baca Juga: Perbankan responsif dalam memitigasi pandemi corona

Bahkan, sebanyak 46% responden menyatakan bahwa manajemen level menengah institusi mereka rentan dengan praktik fraud. 

Menurut Angela, praktik fraud dapat dikontrol secara efektif melalui lima cara. 

Pertama, kontrol lingkungan berupa menguji seberapa kuat nilai-nilai integritas dan etika menjadi fundamental perusahaan. 

Kedua, melakukan penilaian risiko fraud, termasuk skema-skema fraud teraktual yang dihadapi perusahaan. 

Baca Juga: Sri Mulyani akui rebound ekonomi di tahun depan belum tentu naik tinggi

Ketiga, merancang dan mengimplementasikan aktivitas anti-kontrol fraud, mulai dari kebijakan dan prosedur. 

Keempat, membagikan informasi dan komunikasi. 

"Kelima, melakukan pengawasan aktivitas termasuk siapa yang bertanggungjawab menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan seseorang," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Fraud Meningkat Selama WFH, Cegah dengan 5 Hal ini"
Penulis : Rully R. Ramli
Editor : Erlangga Djumena

 

Selanjutnya: Tangani Covid-19 di lingkungan kerja, ini yang dilakukan Aneka Tambang (ANTM)

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru