Wisata

​Keunikan Pulau Bungin, pulau terpadat di Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:22 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Keunikan Pulau Bungin, pulau terpadat di Indonesia

ILUSTRASI. Foto udara permukiman padat warga di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB, Selasa (9/4/2019). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/ama.



Kambing di Pulau Bungin

Hukum adat perkawinan warga Bungin menjadi alasan Pulau Bungin tetap mampu menampung pertambahan jumlah penduduknya.  Pasalnya, dalam hukum adat diatur pasangan muda-mudi yang hendak menikah wajib membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah mereka. 

Caranya, pasangan tersebut harus mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk pada sisi luar pulau yang ditentukan. Ukuran lokasinya bisa mencapai 6 meter x 12 meter, selama kurun 4 - 7 tahun. Setelah lokasi terbentuk, barulah mereka boleh menikah dan mendirikan rumah. 

Itu sebabnya luas pulau Bungin terus bertambah dari tahun ke tahun. Jadi, dapat dikatakan Pulau Bungin adalah pulau karang bentukan.

Tingkat konsumsi penduduk Bungin terbilang tinggi lantaran seluruh kebutuhan hidup harus dibeli, mulai dari sembako hingga air bersih, kecuali lauk-pauk. 

Baca Juga: Pariwisata dibuka, penumpang di Bandara Lombok naik 188% di Juli 2020

Uniknya, kebutuhan sehari-hari tersebut seluruhnya dipenuhi oleh kaum wanita dengan mencari ikan, kerang, dan teripang di sekitar pulau sebab kaum laki-laki melaut kadang bisa sampai tiga bulan lamanya. 

Pulau Bungin memiliki potensi ekonomi melimpah yang siap dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, sekitar perairan Bungin sangat potensial menghasilkan indukan tiram mutiara terbaik di dunia.

Selain itu, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik menyaksikan keelokan dan keunikan Bungin dari dekat, termasuk fenomena “kambing makan kertas”.  

Fenomena kambing makan kertas bahkan sampah terjadi lantaran tekstur Pulau Bungin yang terdiri dari gugusan terumbu karang tidak memungkinkan di tumbuhi rumput dan dedaunan. 

Selanjutnya: Ini 10 daerah dengan hari tanpa hujan terlama

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani


Terbaru