CLOSE [X]

Lagu Hymne Guru: Lirik lagu, chord, dan kisah penciptanya Sartono

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Lagu Hymne Guru: Lirik lagu, chord, dan kisah penciptanya Sartono

ILUSTRASI. Ilustrasi pendidikan. SERAMBI/M ANSHAR


KONTAN.CO.ID -Jakarta. Lagu Hymne Guru adalah lagu yang sering diperdengarkan ketika peringatan Hari Guru Nasional. Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono, seorang guru asal Madiun, Jawa Timur.

Hari Guru Nasional 2021 diperingati pada Kamis, 25 November. Tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Daftar Isi

Lantas, seperti apa lirik lagu Hymne Guru?

Lirik lagu Hymne Guru

C         F    C          G    

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
C            F        C       F    C    
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
G    C        G    C
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
G          C
Sebagai prasasti terima kasihku
    G
Tuk pengabdianmu
C         F  C        G    
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
C         F        C    F    C
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
C        F
Engkau patriot pahlawan bangsa
C         F    C    
Pembangun insan cendekia

Baca Juga: Tema Hari Guru Nasional 2021 dan sejarah lahirnya PGRI

Perubahan lirik lagu Hymne Guru

Lirik di bait terakhir lagu Hymne Guru telah diubah sejak 2006 lalu. Lirik yang dimaksud oleh Sumarna adalah lirik di bait terakhir lagi tersebut.

Kalimat "engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa" telah diubah menjadi "engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia".

Dikutip dari Kompas.com (5/12/2015), terdapat banyak perbedaan dengan berubahnya lirik Himne Guru. Kalimat "tanpa tanda jasa" justru terkesan mengurangi pentingnya profesi guru.

Padahal, peran guru sangat besar sekali. Menggantinya dengan "pembangun insan cendekia" membuat profesi guru terangkat dan mulia.

Baca Juga: Ini tanggal bahagia PNS gajian dan besaran gajinya

Kisah pencipta lagu Hymne Guru, Sartono

Sartono, pencipta lagu Hymne Guru (29 Mei 1936 – 1 November 2015) adalah seorang mantan guru seni musik yayasan swasta di Kota Madiun, Jawa Timur.

Sartono menciptakan Lagu Hymne Guru  yang dikenal dengan prestasinya dalam menciptakan lagu pada tahun 1980-an. Dirangkum dari laman Wikipedia, Sartono mempelajari musik secara otodidak tanpa mengenyam pendidikan tinggi tentang musik.

Sartono memulai kariernya sebagai guru seni musik pada tahun 1978. Ia adalah guru di sebuah yayasan swasta yang mengajar di SMP Katolik Santo Bernardus, Kota Madiun.

Pada 1978, Sartono adalah satu-satunya guru seni musik yang bisa membaca not balok di wilayah Madiun. Walaupun penghasilannya dari pekerjaannya sebagai guru pas-pasan, kecintaannya pada musik membuat Sartono menciptakan beberapa buah lagu.

Baca Juga: Selain puisi, ucapan Hari Guru Nasional bisa dengan twibbon, ini link & cara membuat

Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1980, Sartono mengikuti lomba mencipta lagu tentang pendidikan.

Karena keterbatasan alat musik yang ia miliki, lagu "Hymne Guru" ia ciptakan dengan bersiul sambil menorehkannya ke dalam catatan kertas.

Dari ratusan peserta, lagu "Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" ciptaannya, berhasil menjadi pemenang. Selain mendapatkan sejumlah uang sebagai pemenang, Sartono bersama sejumlah guru teladan lainnya di seluruh Indonesia dikirim ke Jepang untuk studi banding.

Selain lagu "Hymne Guru", Sartono juga menghasilkan delapan buah lagu bertema pendidikan lainnya. Sartono sendiri purnatugas dari sekolah tersebut pada tahun 2002.

Baca Juga: Sejarah singkat Hari Guru Nasional 25 November dan tema tahun 2021

Pada 2004, Sartono pernah diminta khusus oleh TNI Angkatan Darat ke Aceh pasca-bencana Tsunami untuk menghibur dan memberi semangat para guru di Aceh.

Tahun 2011, pada peringatan Hari Pahlawan 10 November dan Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Sartono menerima penghargaan ITS bidang Seni dan Budaya untuk jasanya sebagai pencipta lagu Hymne Guru.

Sartono meninggal dunia pada 1 November 2015, sekitar pukul 12.50 WIB. Sartono mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, karena mengalami komplikasi di antaranya gejala stroke, sakit jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak.

Selanjutnya: Ini materi pokok SKB CPNS 2021, cek kisi-kisinya di sini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru