Sport

Manchester City Panas di Akhir Musim, Arsenal Mulai Terancam

Senin, 13 April 2026 | 05:20 WIB
Manchester City Panas di Akhir Musim, Arsenal Mulai Terancam

ILUSTRASI. Manchester City (Action Images via Reuters/Paul Childs)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Manchester City kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan jelang akhir musim setelah menang meyakinkan 3-0 atas Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris.

Melansir Reuters Senin (13/4/2026), kemenangan ini melengkapi tren positif tim asuhan Pep Guardiola, yang sebelumnya juga menjuarai Piala Liga usai mengalahkan Arsenal serta menghajar Liverpool di ajang Piala FA.

Baca Juga: Kode Redeem Be a Lucky Box April 2026, Cek Daftar Terbaru yang Telah Ditambahkan

Meski sempat ditahan imbang oleh West Ham United dan Nottingham Forest di liga, performa impresif City  terutama di babak kedua saat melawan Chelsea  menjadi sinyal bahaya bagi Arsenal yang masih memuncaki klasemen.

Arsenal sendiri secara mengejutkan kalah 1-2 dari Bournemouth. Meski masih unggul enam poin, posisi mereka belum aman karena City yang berada di peringkat kedua masih memiliki satu laga sisa dan akan menjamu Arsenal pekan depan.

Dalam laga kontra Chelsea, City mencetak tiga gol hanya dalam 17 menit babak kedua melalui Nico O'Reilly, Marc Guehi, dan Jeremy Doku.

Guardiola tetap merendah meski timnya tampil impresif. Ia bahkan menyebut Arsenal sebagai tim terbaik saat ini, baik di Inggris maupun Eropa.

“Untuk mengalahkan Arsenal itu sangat sulit. Dalam 49 pertandingan, mereka hanya kalah tiga kali,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa momentum bisa berubah dengan cepat. “Dalam satu detik, semuanya bisa berubah,” kata Guardiola.

Baca Juga: Daftar Kode Redeem Anime Final Quest April 2026, Cek yang Terbaru & Cara Klaimnya

Rekor Akhir Musim City Jadi Ancaman

Sejarah mencatat, City kerap tampil menggila di fase akhir musim. Di bawah Guardiola, mereka memenangi 29 dari 32 pertandingan liga pada bulan April, dengan hanya satu kekalahan.

Pada musim 2018/2019, City menyapu bersih 14 laga terakhir untuk merebut gelar dari Liverpool.

Pada 2021/2022, mereka menang tujuh dari sembilan laga terakhir, termasuk comeback dramatis atas Aston Villa di pekan terakhir. Sementara pada musim 2023/2024, City memenangkan sembilan laga terakhir untuk mempertahankan gelar.

Guardiola menyebut faktor mentalitas dan atmosfer akhir musim menjadi kunci. Ia bahkan berkelakar bahwa cuaca musim semi di Inggris ikut berpengaruh terhadap performa tim.

“Saya mendorong pemain, dan mereka juga mendorong saya,” ujarnya.

Baca Juga: Kode Redeem Summon Heroes April 2026: Klaim Hadiah Gratis di Roblox, Begini Caranya

Chelsea Terus Terpuruk

Di sisi lain, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menyoroti kelemahan timnya yang kerap kehilangan fokus setelah kebobolan, meski sempat tampil kompetitif di awal laga.

Chelsea kini menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Inggris dan sebelumnya juga tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain.

Kondisi ini memicu evaluasi internal terkait strategi klub, termasuk komposisi skuad yang dinilai minim pemain berpengalaman.

“Kami harus memperbaiki ini. Terlalu sering terjadi saat melawan tim besar,” ujar Rosenior.

Dengan performa yang terus menanjak, Manchester City kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar Liga Inggris musim ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru