Memaksimalkan kemampuan video ponsel

Rabu, 16 Maret 2011 | 10:07 WIB
Sumber: Harian KONTAN, 16 Maret 2011  | Editor: Test Test

JAKARTA. Mencari ponsel video dengan kemampuan merekam gambar tidaklah sulit. Maklum, hampir semua merek ponsel saat ini sudah mengusung fasilitas kamera dengan video recording. Ponsel itu mulai dari merek untuk kelas low end seharga Rp 1 jutaan hingga kelas high end berbandrol di atas Rp 3 juta.

Namun, tidak semua ponsel bisa menyajikan hasil rekaman gambar yang bagus, halus dan sedap dipandang mata. Masalahnya bukan pada objek rekaman, tapi faktor-faktor nonteknis, seperti pencahayaan, hingga kemampuan optik kamera.

Nah, ada beberapa kiat memaksimalkan video ponsel dari www.squidoo.com dan pengamat ponsel, Heru SW, sebagai bahan referensi, supaya hasil rekaman setara dengan juru kamera jempolan. "Untuk memastikan, jangan ragu untuk mengetes langsung ponsel tersebut," kata Heru.

Tentu saja, Anda perlu menyediakan dana lebih besar untuk mendapatkan ponsel dengan kemampuan merekam gambar yang mumpuni.

? Lighting
Dalam kondisi yang minim cahaya, hampir semua ponsel kamera bakal kesulitan menangkap gambar. Karena itu, diperlukan sumber cahaya dari dalam kamera. Heru SW menyarankan agar ponsel video minimal dilengkapi Xenon Flash atau LED Flash, yang punya kemampuan bagus merekam gambar di tempat minim cahaya.

? Stabilizer Gambar
Seperti kamera digital ataupun handycam, fitur ini wajib dimiliki alat perekam gambar, termasuk ponsel video. Fitur image stabilizer berguna untuk mengurangi goncangan saat merekam gambar.

Sayang, agak sulit menemukan fitur ini pada ponsel video karena sistemnya lebih kompleks. Biasanya, hanya pada ponsel-ponsel high end, seperti seri N8 dan HTC Droid.

? Resolusi dan Frame per Second (fps)
Sebagian besar ponsel video akan menawarkan sensor yang kecil dan frame per second yang lambat. Sensor kamera berperan pada resolusi, yang menentukan ketajaman hasil rekaman gambar.

Sensor ini yang membaca cahaya. Sementara frame per second adalah kecepatan transisi gerakan objek yang direkam. Kalau gambarnya terlihat putus-putus, berarti memiliki fps rendah.

Sebagai contoh, ponsel kamera dengan resolusi 720 x 480p lebih baik dari 320 x 240p. Sedangkan kamera dengan kecepatan 30 fps akan terlihat lebih halus gerakannya daripada yang 15 fps.

? Kapasitas
Hampir semua handycam bisa merekam gambar minimal selama 1 jam atau bahkan lebih. Tapi ponsel video tidak bisa selama itu. Nah, pilihlah ponsel video yang menyediakan setidaknya memiliki kapasitas memori 2 GB untuk hasil rekamannya.

? Optik
Lensa sebuah kamera bisa mencerminkan kualitas gambar yang akan diperoleh. Beberapa produsen lensa kawakan makin sering bekerja sama dengan produsen ponsel.

Kodak, misalnya, pernah bekerja sama dengan Motorola untuk ponsel Zine. Produsen lensa kamera ternama, Carl Zeiss berkongsi dengan Nokia, dan lensa Schneider Kreuznach terpasang di ponsel LG. Lensa tersebut lebih baik daripada lensa lain.

? Kontrol Pengguna
Setiap pengguna ponsel menghendaki efek dan kesan unik untuk gambar yang direkamnya. Karena itu, mereka membutuhkan kontrol tertentu untuk memaksimalkan kreativitas. Seperti kontrol fokus, white balance atau eksposur, ISO, dan zoom. Oh ya, Optical Zoom lebih baik daripada Digital Zoom.

? Suara
Meski kebanyakan handycam kurang baik menangkap suara, setidaknya suara stereo dan mikrofon eksternal dapat membantu. Sayangnya, banyak ponsel video yang tidak dilengkapi fasilitas penunjang semacam ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru