Otomotif

Membandingkan Pertalite dengan Pertamax, Mana yang Lebih Irit?

Jumat, 23 September 2022 | 08:15 WIB Sumber: Kompas.com
Membandingkan Pertalite dengan Pertamax, Mana yang Lebih Irit?

ILUSTRASI. Menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jayan Sentanuhady, BBM jenis Pertamax lebih irit jika dibandingkan dengan Pertalite. ANTARA FOTO/Ampelsa/wsj.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga BBM yang baru-baru ini mengalami kenaikan terus menjadi perbincangan hangat masyarakat. Apalagi, beberapa waku terakhir, warganet mengeluhkan konsumsi Pertalite yang dianggap lebih boros dari sebelumnya. 

Perdebatan mengenai harga BBM pun tidak terelakkan. Isu perdebatannya adalah lebih irit mana pemakaian Pertalite dan Pertamax jika dilihat dari pengonsumsian BBM.  

Pertalite vs Pertamax 

Daftar Isi

Menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jayan Sentanuhady, BBM jenis Pertamax lebih irit jika dibandingkan dengan Pertalite. 

"Iya, betul (Pertamax lebih irit)," ujarnya, saat dihubungi oleh Kompas.com, Kamis (22/9/2022). 

Artinya, kendaraan yang diisi BBM jenis Pertamax akan lebih irit jika dibandingkan kendaraan yang diisi Pertalite dalam hal konsumsi BBM. 

Menurutnya, terdapat beberapa alasan mengapa BBM jenis Pertamax lebih hemat jika dibandingkan dengan Pertalite. Hal ini lantaran nilai oktan Pertamax yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Pertalite. 

Pertalite memiliki RON (Research Octane Number) 90, sementara Pertamax 92. 

Baca Juga: Ini Beda BBM Subsidi dan Non-Subsidi yang Ada di Indonesia

"Beberapa alasannya, Pertamax octan number-nya lebih tinggi, sehingga potensi terjadinya knocking relatif lebih rendah," ungkapnya. 

Knocking adalah istilah yang digunakan saat munculnya bunyi layaknya ketukan pada mesin yang bersumber dari ruang bakar. Knocking ini dapat menjadi masalah yang mulai muncul dan terjadi secara berkelanjutan sehingga mengakibatkan pengeluaran membengkak. Sebab, hal ini bisa menyebabkan kendaraan bolak-balik ke bengkel untuk diperbaiki. 

Selain itu, Jayan juga menyampaikan bahwa Pertamax dapat meminimalisir pembakaran yang tidak terkontrol. 

"Oktan number yang tinggi membuat bahan bakar lebih sulit terbakar sehingga aman dari kemungkinan pembakaran dini yang tidak terkontrol," jelasnya. 

Oleh karena itu, bagi kendaraan yang memiliki kompresi rasio silinder tinggi (lebih dari 10) disarankan memakai BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi. 

"Untuknya bila dengan bahan bakar Pertamax dan kompresi rasio silinder tinggi (lebih dari 10) akan membuat mesin memiliki efisensi yang lebih tinggi," jelas Jayan. 

Baca Juga: Apakah Harga BBM Non-subsidi dan BBM Subsidi Bisa Turun? Ini Jawaban Pertamina

Pemilihan BBM untuk kendaraan 

Kendati Pertamax lebih hemat, Anda perlu memastikan BBM jenis apa yang dibutuhkan kendaraan Anda. Hal itu bisa dilihat dari rasio kompresi mesin kendaraan Anda. 

Rasio kompresi akan menentukan kandungan RON bahan bakar yang wajib digunakan. Semakin tinggi, maka butuh RON semakin besar. Bila tidak sesuai maka rentan knocking alias detonasi. 

"Jadi untuk kompresi lebih dari 9.5 sebaiknya pake oktan 92 ke atas (Pertamax)," saran Jayan. 

Sementara untuk kendaraan dengan rasio kompresi di bawah 9,5 bisa menggunakan BBM dengan nilai oktan di bawah 92 (Pertalite). 

Dilansir dari Kompas.com (5/9/2022), kualitas bahan bakar yang sesuai membuat kalibrasi tekanan pada ruang bakar lebih seimbang. Sementara kompresi bahan bakar dengan kebutuhan mesin yang seimbang berdampak pada akselerasi mobil yang lebih responsif. 

Hasilnya, tarikan mobil menjadi enteng sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien. 

"Bisa dirasakan dari tarikan mesin, semakin enteng berarti bahan bakar irit," kata Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM). 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lebih Irit Mana, Pertalite atau Pertamax?"
Penulis : Alinda Hardiantoro
Editor : Inten Esti Pratiwi

Selanjutnya: Di TIIMM G20, Menperin Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Sektor Industri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru