Otomotif

Mencegah penyebaran Covid-19 di udara, apa wajib buka kaca saat naik mobil?

Senin, 13 Juli 2020 | 16:35 WIB Sumber: Kompas.com
Mencegah penyebaran Covid-19 di udara, apa wajib buka kaca saat naik mobil?

ILUSTRASI. Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota, Kuningan, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi di Ibukota. ANTARA FO

KONTAN.CO.ID - JAKARTA,  Virus corona ternyata bisa menyebar lewat udara. Artinya Anda harus lebih waspada saat berada di sebuah ruangan tertutup bersama orang lain. Sebab, tanpa sirkulasi udara yang baik, droplet ukuran kecil bisa bertahan cukup lama. Termasuk di dalam kabin mobil.

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Gugus Tugas Covid-19, mengatakan, tanpa sirkulasi yang baik, droplet ini bisa bertahan dan melayang-layang di udara lebih lama.

Baca Juga: Dua pangkalan militer AS di Okinawa lockdown gara-gara wabah corona

Tak heran, orang yang berada di dalam ruangan tanpa menggunakan masker memiliki risiko penularan yang besar. “Oleh sebab itu upayakan di semua ruang kerja kita, dijamin sirkulasi udaranya berlangsung dengan baik,” ucap Yuri, dalam diskusi virtual belum lama ini.

“Sehingga setiap saat udara bisa digantikan dengan udara baru yang lebih segar,” kata pria yang juga menjabat Dirjen P2P Kemenkes RI ini.

Yuri menambahkan, udara di ruangan atau interior mobil harus dipaksa untuk bergerak. Paling tidak dibuka saat pagi hari, agar udara segar juga bisa masuk.

Sementara itu Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi, mengatakan, selain membuka jendela, Anda juga bisa memanfaatkan fitur sirkulasi kabin untuk memperlancar arus udara.

Baca Juga: Bio Farma targetkan produksi tes kit Real Time PCR 2 juta per bulan mulai Oktober

“Fungsinya memang untuk sirkulasi udara keluar masuk,” ujar Didi, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Meski begitu, ia menyarankan untuk tidak membuka fitur sirkulasi kabin secara terus menerus. Sebab dapat membuat kabin malah dipenuhi udara kotor, terutama saat dibuka di wilayah perkotaan.

“Namun mengingat kondisi di Indonesia yang berdebu dan polusi sebaiknya ditutup untuk menghindari udara luar masuk ke kabin,” ucap Didi. (Dio Dananjaya)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Penyebaran Corona di Udara, Saat Naik Mobil Wajib Buka Kaca?",

Editor: Noverius Laoli


Terbaru