kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mencicipi lezatnya bakso Mang Bandi


Jumat, 28 Juni 2019 / 17:45 WIB
Mencicipi lezatnya bakso Mang Bandi

Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bakso sudah sangat lekat dengan orang Indonesia. Makanan ini punya banyak penggemar, serta sederet variasi racikan dan rasa. Tidak heran jika setiap pelosok di Indonesia pasti punya pedagang bakso favorit yang laris.

Nah jika Anda kebetulan melintas di kota Tangerang, Banten, coba sesekali menyambangi tukang bakso yang sudah lekat di hati masyarakat Kota Tangerang. Berlokasi di Sukasari, tak jauh dari Pasar Lama Tangerang, inilah Bakso Mang Bandi.

Dari luar, sepintas warung bakso ini tampak seperti rumah biasa. Maklum, Bakso Mang Bandi memang awalnya rumah tinggal sang empunya usaha, yakni Bandi. Pria yang kini berusia 72 tahun itu membuka kedai bakso di tempat tersebut sejak tahun 1980.

Jadi, penataan kedai ini terlihat sederhana. Pokoknya, lazimnya warung bakso yang kita jumpailah. Tapi jangan salah, kedai bakso Mang Bandi bisa menampung 70 orang sekaligus. Sebab, kedai bakso Mang Bandi menempati lahan seluas 250 meter persegi. Ada sekitar 11 meja panjang dan puluhan kursi plastik yang siap menerima Anda menyantap bakso sapi racikan Mang Bandi.

Warung bakso ini enggak punya daftar menu, baik di meja maupun terpampang di dinding. Soalnya, menu yang ditawarkan ya cuma satu: bakso saja. Jadi begitu tiba, Anda tinggal langsung memesan.

Harga seporsi bakso Mang Bandi cukup ramah di kantong, kok. Semangkuk bakso berisi dua butir sebesar bola pingpong bercampur bihun dan mi hanya dibanderol Rp 15.000.

Bacang teman makan

Nah, sebagai teman makan bakso, Bandi menyediakan beberapa pilihan. Ada pangsit goreng (Rp 2.000), tulangan ayam yang bisa dihabisi (Rp 6.000), serta bacang isi ayam (Rp 2.000 per biji).

Bacang? Ya benar. Jika beberapa daerah biasa menyediakan ketupat atau lontong sebagai teman makan bakso, maka di Tangerang, ada bacang.

Anda hanya perlu menanti sekitar lima menit, bakso racikan Bandi pun akan segera datang. Begitu pesanan terhidang di atas meja, aroma khas kuah bakso langsung menyeruak hingga masuk ke dalam hidung dan seketika membangkitkan selera makan.

Dilihat dari tampilannya, bakso Mang Bandi sepintas mirip mi kocok Bandung. Warna mi kuning yang menjadi pelengkap bakso agak sedikit pucat, mirip mi ayam yang biasa dijual orang. Kata Bandi, ia membuat sendiri mi untuk pelengkap itu. Untuk mi, sudah sejak lama saya bikin sendiri, bukan beli di pasar, kata ayah tiga orang anak ini.

Bagaimana rasanya? Oh, jangan ditanya lagi. Benar-benar istimewa. Tekstur mi terasa lembut di mulut. Begitu pula dengan rasa baksonya. Begitu bakso masuk ke mulut, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Tekstur bakso Bandi sangat empuk lantaran tidak dicampur urat atau tetelan daging sapi.

Kelezatan tidak hanya sampai di baksonya saja, perpaduan antara kaldu kuah dengan bahan-bahan lain dalam mangkuk menciptakan kombinasi yang pas bagi kebanyakan orang. Rasa kuahnya pun terbilang unik karena aroma bawang putihnya tidak terlalu menyengat. Pokoknya terasa pas di lidah.

Kalau Anda yang suka makan bakso yang pedas, tinggal dituangkan saja sambal giling racikan Bandi yang tersedia di botol. Bandi juga selalu bikin sambal sendiri. Ia tidak menggunakan cabe rawit merah. Bandi bilang, sambalnya dibikin dari ulekan rawit hijau dan cabe merah, agar rasa sambalnya lebih sedap. Kalau cabe rawit merah itu hanya pedas tapi tidak sedap di lidah, jelasnya.

Sebagai orang Tangerang, tentu Bandi juga setia pada satu merek kecap. Saya hanya pakai kecap Benteng, katanya.

Sebagai penutup, Anda bisa memesan es campur berisi potongan buah alpukat, kelapa dan nangka yang dijual Rp 15.000. Atau, Anda bisa memesan es teh manis yang dijual dengan harga Rp 3.000.

Bandi mengaku, dalam sehari, kedainya bisa menjual sekitar 300 porsi bakso. Jika akhir pekan, penjualannya bisa meningkat hingga 400 porsi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Bandi harus menyetok daging sapi sekitar 2030 kilogram per hari. Lalu, dalam sehari kedai Bandi menghabiskan sekitar 5 kg mi.

Menurut Bandi, pelanggannya datang dari berbagai kalangan. Saking lamanya warung bakso ini, ada pula konsumen setianya yang sudah berlangganan menjadi pelanggan sejak Bandi masih berjualan bakso keliling.

Selain dari kalangan masyarakat biasa, kata Bandi, kedainya juga kerap dikunjungi oleh para selebriti dan tokoh di tanah air. Hanya saja, ia mengaku tidak hapal nama-nama artis dan tokoh tersebut. Yang dia ingat, salah satu pelanggan yang pernah berkunjung ke kedainya adalah istri dari mantan Gubernur Banten, Rano Karno.

Anda ingin mencoba bakso Mang Bandi? Saran saja, sebaiknya Anda datang sebelum jam 12 siang. Sebab, kedai ini hanya buka dari jam setengah sembilan pagi sampai setengah empat sore. Datanglah di luar jam makan siang, karena biasanya saat itu warung milik Bandi ini akan dipenuhi pembeli. Kedai ini buka setiap hari, kecuali Jumat.
 
Setia pada resep dan kecap

Kekuatan cita rasa sebuah makanan, sulit dibantah, terletak pada racikan bahan baku dan bumbu olahannya. Hal ini pula yang menjadi ciri khas rasa bakso racikan Mang Bandi. Pria sepuh dengan rambut yang sudah memutih di kepala ini selalu menjaga resep baksonya sejak puluhan tahun silam.

Menurut Bandi, ia pertama kali mendapatkan resep mengolah bakso dari sang kakak kandung. Pada tahun 1958, kisah Bandi, kakaknya pernah bekerja di sebuah kedai bakso milik seorang peranakan Tionghoa. Dari sang kakak lah, Bandi mempelajari cara membuat dan meramu bakso yang lezat tanpa lemak. Resep itu, kata Bandi, terus ia pertahankan hingga sekarang.

Bukan hanya soal resep mengolah bakso yang Bandi pertahankan. Kecap manis yang menjadi penambah rasa kuah bakso juga tetap dijaga. Menurut Bandi, sejak berjualan bakso, ia tidak pernah mengganti merek kecap. Sejak dulu saya pakai kecap manis cap Benteng. Saya juga minta anak saya yang bakal meneruskan usaha ini untuk tetap menjaga resep, kata kakek dari enam orang cucu ini.

Bandi menambahkan, suatu ketika sebuah media elektronik swasta nasional yang bermarkas di Daan Mogot, Jakarta Barat, ingin meliput kedai baksonya. Saat pengambilan gambar, kata Bandi, sang wartawan memintanya untuk menyingkirkan kecap Benteng untuk diganti dengan merek kecap lain yang juga sudah tersohor di negeri ini. Saya menolak permintaan itu. Akhirnya kedai bakso saya tidak jadi diliput, kata Bandi sambil tersenyum.

Bakso Mang Bandi

Jl. Sukabakti V No.28, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten

Koordinat GPS:

6.1798631,106.6368699


Tag

Video Pilihan

TERBARU

×