MENCUIL MENU PAKET IKAN BAKAR DI KEDAI PAK CHI MET BANDUNG

Senin, 21 Juni 2010 | 08:22 WIB
Reporter: Teddy Gumelar  | Editor: Test Test

Bandung memang surga kuliner. Dari kota ini, meluncur aneka ragam makanan, seperti peuyeum, siomai, batagor, gepuk, rujak cuka, tahu kremes, hingga kue sus.

Di jajaran menu makanan berat, kota ini melahirkan menu tutug oncom, nasi timbel, serta aneka makanan khas sunda lainnya. Tak pelak, resto dan kedai penjaja makanan tadi berhamburan di Bandung.

Jika Anda bertandang ke Bandung dan bosan dengan menu sunda yang itu-itu saja, kini hadir kedai yang bisa menjadi alternatif pilihan. Namanya: kedai Ikan Bakar Pak Chi Met. Kedai ini berada sekitar 100 meter dari Mal Paris Van Java, tepat di seberang Taman Air Mancur Sukajadi.

Tempat parkir kedai Pak Chi Met luas, sehingga Anda mudah saja mencari tempat parkir. Tempat makan ini menyediakan areal parkir yang bisa menampung hingga 20 mobil.

Dari namanya mudah ditebak menu andalan kedai Pak Chi Met. Ya, menu utama kedai ini adalah ikan bakar dan total menu di sini ada 87 jenis. Dus, Anda punya banyak pilihan jenis menu seperti ikan gurami, bawal, kakap, kuwe, udang, cumi, kerang, kepiting, dan ayam. Rata-rata harganya Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per porsi, sudah termasuk nasi dan lalapan.

Di antara puluhan ragam menu itu, mencuat paket ulam ikan. Oh, ya, meski namanya paket, ini adalah menu yang cukup untuk sendiri alias tidak bisa sharing.

Paket ulam ini terdiri dari ikan bakar, cumi bakar, dan udang bakar. Khusus untuk ikan, Anda bisa memilih sendiri jenisnya. Apakah Anda mau gurami, kuwe, bawal, atau kakap merah. Namun faktanya, gurami paling banyak dipesan. Minimal 80 kg gurami ludes disantap pelanggan. Saban hari, kedai ini menghabiskan satu kuintal beragam jenis ikan, dan 1,5 kuintal di akhir pekan.

Hidangan paket ulam disuguhkan di atas piring tembikar beralaskan daun pisang. Lantas, ada nasi putih yang dibungkus daun pisang dan dibentuk seperti nasi tumpeng. Lalapannya, ada irisan kol, mentimun, daun kemangi, dan salad. Meriah dan menggugah selera.
Ada satu ciri khas di Pak Chi Met. Di sini, setiap makanan selalu diiringi tiga jenis sambal yang disajikan di atas cobek tembikar berukuran kecil. Yaitu, sambal dabu-dabu khas Manado, sambal mangga muda, dan sambal kecap.

Cobalah cubit daging ikan bakar, lantas cocol ke tiga pilihan sambal yang disediakan. Daging ikan segar ini terasa manis, namun rasa sambal tiga rasa tersebut tetap terasa. Dijamin Anda akan ketagihan. Walhasil, harga paket ulam ikan yang senilai Rp 49.500 terasa enteng jika mempertimbangkan kenikmatan ini.

Daging ikan yang manis dan gurih tidak muncul begitu saja. Tentu ada kiat maupun jurus masaknya. Rupanya, rasa manis dan segar itu tak lepas dari asal usul ikan tersebut. “Kami hanya mengambil dari Tasikmalaya karena ikannya enggak bau tanah. Mungkin karena di sana airnya masih bagus,” kata Manajer Operasional Pak Chi Met, Amin Sudiaman.

Rahasia lainnya, sebelum dibakar, ikan itu lebih dulu digoreng setengah matang. Kata Amin, cara pembakaran ikan seperti ini meniru kebiasaan masyarakat Bali. Dengan cara ini, ikan akan matang secara merata. Setelah itu, ikan dibakar di atas grill menggunakan batubara selama kurang lebih lima-10 menit.

Saat dibakar, ikan sesekali diolesi dengan kecap oplos. Kecap ini adalah hasil racikan kecap inggris yang dicampur kecap wijen, plus ramuan hasil ulekan ketumbar, jahe, dan bawang putih yang disangrai.


Di kedai ini, ketumbar menjadi bumbu utama dalam setiap masakan. Selain bisa menebarkan aroma harum, rasanya pun kian menggigit dan memberikan citarasa unik. “Penggunaan ketumbar jadi ciri khas kami yang membedakannya dengan tempat makan lain,” ujarnya.

Oh, ya, ikan bakar senikmat ini tentu harus ditemani dengan minuman yang spesial pula. Pesanlah jus Pak Chi Met yang kaya akan khasiat. Terbuat dari tiga bahan utama; sawi hijau yang rendah kolesterol, nanas yang dipercaya mampu membangkitkan selera makan, dan lemon yang berkhasiat melegakan tenggorokan. Segelas jus ini berharga Rp 13.000.

Selain paket ulam ikan, Anda juga bisa mencicipi satu jenis masakan khas kedai Pak Chi Met, yaitu cah pucuk daun labu siam seharga Rp 15.000 per porsi. Jenis cah yang satu ini sulit ditemui di rumah makan lain. Tekstur pucuk daun labu siam yang sedikit kasar akan terasa kerenyes-kerenyes beradu dengan gigi Anda. Itulah bedanya dengan cah kangkung yang biasa kita temui di kedai seafood lain. Jika masih asing dengan cah daun labu siam, kedai Pak Chi Met juga menyediakan cah kangkung nan oke.

Rahasia pembangkit selera makan berikutnya ada pada suasana rumah makan yang begitu asri dan menyatu dengan alam meski terletak di tengah kota. Sekadar saran, jika suatu hari Anda mampir di sini, cari saja tempat di bagian belakang rumah makan ini. Di bagian itu, Anda bisa makan sembari menikmati suasana taman asri yang dilengkapi kolam ikan. Kalau Anda datang bersama anak-anak, biarkan mereka bermain di kursi putar atau perosotan di taman itu.

Ikan bakar Pak Chi Met didirikan pertama kali pada 3 Februari 2003 di foodcourt Bandung Trade Centre (BTC). Usaha milik keluarga Hendry Firmansyah ini pada 2005 membuka cabang kedua di Sukajadi. Selanjutnya pada 2006, Pak Chi Met membuka cabang lagi di Pasar Baru, dan satu lagi di Buah Batu pada tahun 2007. “Semuanya kami kelola sendiri,” terang Amin.

Empat rumah makan Pak Chi Met ini beromzet Rp 400 juta per bulan. Kini, jumlah karyawan mencapai 70 orang.

Ikan Bakar Pak Chi Met
Jl. Sukajadi No.157 Bandung (022) 2031211, 2039644

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru