Meski sama-sama membawa penyakit, ini perbedaan antara bakteri dan virus

Rabu, 10 November 2021 | 16:30 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Meski sama-sama membawa penyakit, ini perbedaan antara bakteri dan virus

ILUSTRASI. Meski sama-sama membawa penyakit, ini perbedaan antara bakteri dan virus.

KONTAN.CO.ID -  Jakarta. Meskipun bakteri dan virus membawa penyakit yang bisa menjangkit makhluk hidup seperti manusia dan tumbuhan, namun keduanya memiliki perbedaan.

Masih banyak masyarakat beranggapan bakteri dan virus adalah organisme yang sama. Padahal sebenarnya merupakan dua organisme yang berbeda bakteri dan virus berbeda.

Perbedaan tersebut dilihat dari ukuran tubuh hingga cara berkembang biaknya. Meskipun sama-sama makhluk super kecil, bakteri dan virus memiliki banyak perbedaan.

Apa saja perbedaan dari bakteri dan virus tersebut? Simak penjelasan tentang perbedaan keduanya berikut ini.

Baca Juga: Penggunaan article a, an, dan the pada kalimat bahasa Inggris dan contoh kalimat

Perbedaan bakteri dan virus

Melansir dari www.healthline.com, sebagian besar bakteri tidak berbahaya bagi manusia. Bakteri justru berperan penting dalam banyak aspek kehidupan.

Banyak bakteri yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya bakteri yang ada di minuman Yakult, lactobacillus casei (L.casei) Shirota.

Bakteri ini bisa menjaga kesehatan pencernaan manusia terutama pada organ usus. Hanya sebagian kecil bakteri yang menyebabkan penyakit. Bakteri yang menyebabkan penyakit disebut bakteri patogen. 

Bakteri masuk dalam klasifikasi makhluk hidup. Bakteri mampu hidup di dalam maupun di luar tubuh manusia dan mampu bereproduksi dan mengolah energi sendiri. 

Ukuran bakteri lebih besar dari virus. Bakteri bisa dilihat menggunakan mikroskop biasa namun untuk melihat virus, dibutuhkan mikroskop elektron. 

Berbeda dengan bakteri yang sebagian besar tidak berbahaya, bersumber dari www.drugs.com, semua jenis virus berbahaya. Virus bersifat parasit yang membahayakan inangnya. 

Virus tidak masuk dalam klasifikasi makhluk hidup karena virus membutuhkan inang untuk memperbanyak diri. 

Karena butuh inang untuk memperbanyak diri, virus tidak bisa hidup di luar inangnya. Virus akan cepat mati di luar tubuh makhluk hidup karena tidak mampu menghasilkan energi sendiri. 

Virus yang banyak menyerang manusia diantaranya: Covid-19, HIV, hepatitis, hingga influenza. Bakteri patogen yang berbahaya bagi tubuh contohnya TBC, tetanus, hingga meningitis bakteri. 

Baca Juga: 21 Bentuk kekerasan seksual di kampus sesuai Permendikbud 30, mahasiswa wajib tahu

Cara menyembuhkan penyakit dai bakteri dan virus

Baik virus maupun bakteri patogen bisa menular. Kontak langsung atau dengan cairan tubuh pasien menjadi salah satu cara paling cepat penularan. 

Ibu hamil juga bisa menularkan penyakit bakteri/virus ke bayi yang dikandung. Kontak dengan permukaan benda terinfeksi bakteri/virus juga bisa menularkan penyakit. 

Lalu bagaimana cara menyembuhkan penyakit dari bakteri dan virus? Cara pengobatan juga merupakan perbedaan bakteri dengan virus. 

Antibiotik merupakan obat yang bisa membunuh bakteri. Tapi di kasus penyakit yang berat, vaksin menjadi alternatif pengobatan. 

Penggunaan antibiotik perlu menggunakan resep dokter. Salah mengonsumsi obat tersebut justru membuat bakteri menjadi kebal dengan antibiotik. 

Virus kebal dengan antibiotik karena antibiotik merupakan obat yang ditujukan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Jadi anggapan virus bisa mati dengan antibiotik tidak benar. 

Untuk melawan virus, dibutuhkan pengobatan dengan vaksin antivirus. Melansir dari www.webmd.com, vaksin penyakit terus dikembangkan. Pengembangan vaksin sudah dimulai dari abad ke-20 lalu.

Beberapa penyakit yang sudah memiliki antivirus nya adalah polio. Vaksin untuk beberapa penyakit masih terus dikembangkan contohnya antivirus untuk HIV/AIDS.

Selanjutnya: Bank BCA buka lowongan kerja untuk fresh graduate, ada posisi untuk semua jurusan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru