Sebagai perencana keuangan, memberi nasihat cara mengelola duit kepada orang biasa atau para buruh migran tak kalah menyenangkan. Berbagai kejadian seru dan unik di temukan oleh Mike Rini Sutikno.
Sejak pertengahan tahun ini, perencana keuangan sekaligus pendiri MRE Financial & Advisory ini mendapat proyek pemberdayaan ekonomi buruh migran dari Bank Dunia. Ia pun didaulat memberikan pelatihan perencanaan keuangan ke sejumlah kantong buruh migran perempuan, seperti Indramayu, Cilacap, dan Banyuwangi.
Berkaitan dengan proyek tersebut, belum lama ini perempuan kelahiran 12 Maret 1974 ini harus melakukan riset lapangan di Malang, Jawa Timur. Hasil riset akan dia pakai sebagai bahan menyusun sebuah buku perencanaan keuangan buruh migran.
Lantaran dana riset minim, Mike Rini mengaku berhemat dengan memilih naik kereta api dari Jakarta ke Malang. Apesnya, waktu tempuh si kereta molor 3 - 4 jam menjadi sekitar 18 jam. Alhasil, dia baru tiba di Malang selepas tengah hari.
Padahal, acara dialog dengan para buruh migran dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Karena itu Mike tak mungkin lagi mampir ke hotel untuk membersihkan diri dan bersolek. Tapi, tentu dia ogah tampil kucel setelah semalam lebih menghuni gerbong kereta api.
Apa boleh buat, kamar mandi stasiun pun dia manfaatkan. “Memang, tak mandi full, hanya mandi koboi. Biar badan lebih segar saja,” katanya.
Tak cuma terpaksa bersolek sederhana di tempat umum, perencana keuangan yang biasa memberi nasihat kepada klien-klien berduit di ibu kota ini pun harus naik ojek ke tempat acara. “Ini pengorbanan. Hanya kami yang mendapat kepercayaan ini,” tandasnya enteng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News