Salah satu agenda model dan presenter Olga Lydia tahun 2012 ini adalah berkunjung ke Desa Ciputri, Cianjur, Jawa Barat. Jangan salah, daerah yang dimaksud ini bukan kawasan liburan biasa, lo, melainkan bagian Taman Nasional Gunung Gede–Pangrango.
Rupanya, dara bertampang oriental ini mau melihat-lihat sudah seberapa besarkah pohon yang ia adopsi tiga tahun silam. Jumlahnya lumayan banyak, ada 100 pohon. “Iya, nih. Sudah lama tidak saya lihat. Pasti sudah besar,” katanya.
Pohon adopsi? Yup, betul. Saat didaulat menjadi Duta Program Konservasi Hutan, hasil kolaborasi PT Perhutani, Green Radio, dan Conservation International, Olga merasa terpanggil untuk melestarikan hutan di kawasan taman nasional ini yang sudah banyak berubah wujud menjadi kebun sayur.
Kebetulan perempuan kelahiran Jakarta 34 tahun silam ini tertarik dengan program pohon adopsi ini. Lantaran program ini bisa menyelamatkan hutan dari kegundulan dan petani yang kehilangan mata pencaharian.
Caranya, Olga membeli satu pohon seharga Rp 108.000. Uang ini menjadi bekal petani peserta program untuk merawat pohon adopsi. Tambahan lainnya: si petani mendapat pasokan lebah madu dan kambing sebagai modal beternak.
Kalaupun baru tahun ini Olga menyempatkan diri mampir ke kawasan ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, ia ingin sekalian berkemah di kawasan sejuk itu. Tapi ada persoalan yang cukup mengganjal. Di daerah itu belum tersedia sarana untuk mandi. “Saya tidak bisa camping tanpa kamar mandi,” katanya.
Untunglah sarana ini tersedia mulai awal tahun ini. Olga pun bersiap diri ke Ciputri setelah musim angin kencang reda di awal tahun ini. “Biar lebih tenang,” timpalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News